HEADLINNEWS.ID – Jembatan besi tua di Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, menjadi salah satu saksi sejarah yang masih berdiri kokoh dan dimanfaatkan masyarakat hingga saat ini.
Dibangun sejak masa kolonial Belanda, jembatan tersebut menghubungkan kawasan Pondok Pesantren Kyai Ageng Giri dengan Dukuh Banyumeneng serta menjadi jalur aktivitas warga sehari-hari.
Selain memiliki fungsi penting bagi masyarakat, jembatan ini juga menyimpan nilai sejarah dan budaya yang kuat.
Keunikan bentuk serta kisah panjang yang melekat menjadikannya berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata heritage di Kabupaten Demak.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Endah Cahya Rini, mengapresiasi keberadaan Jembatan Banyumeneng sebagai bagian dari warisan sejarah daerah yang masih terjaga.
“Jembatan Banyumeneng memiliki nilai sejarah yang kuat dan menjadi aset berharga bagi Kabupaten Demak. Keberadaan situs seperti ini dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus sarana edukasi untuk mengenalkan sejarah lokal kepada masyarakat dan wisatawan,” ujarnya.

Menurut Endah, pelestarian warisan sejarah merupakan langkah penting untuk menjaga identitas daerah sekaligus mendukung pengembangan wisata berbasis budaya dan kearifan lokal.
Jembatan Banyumeneng menjadi bukti bahwa peninggalan masa lalu tidak hanya menyimpan cerita, tetapi juga memiliki potensi untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat di masa kini dan masa depan.

