HEADLINNEWS.ID – KEBUMEN – MI Takhassus Ma’arif NU Prapagkidul kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi penghafal Al-Qur’an yang berkarakter melalui kegiatan Tahfidz Camp yang dilaksanakan pada 20–21 Juni 2026 di Desa Kabuaran, Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen.
Kegiatan yang diikuti siswa Kelas Mulazamah kelas 3 hingga kelas 5 tersebut menjadi bagian dari program pembelajaran luar madrasah yang bertujuan menanamkan nilai-nilai keislaman, melatih kemandirian, serta memberikan pengalaman hidup bermasyarakat kepada para peserta didik.
Kelas Mulazamah sendiri merupakan program unggulan MI Takhassus Ma’arif NU Prapagkidul yang secara khusus berfokus pada pembinaan dan penguatan hafalan Al-Qur’an. Melalui Tahfidz Camp, para siswa diajak untuk tidak hanya menghafal ayat-ayat suci, tetapi juga mengimplementasikan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Selama dua hari kegiatan, peserta menjalani berbagai agenda keagamaan dan sosial, mulai dari shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, qiyamul lail, kegiatan bersih lingkungan, pentas seni Islami, hingga ziarah kepada tokoh-tokoh setempat. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membentuk pribadi yang religius, disiplin, peduli terhadap sesama, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
Acara pembukaan dan penutupan berlangsung dengan melibatkan masyarakat Desa Kabuaran. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Kabuaran Subur Prasetyo, A.Md., Takmir Mushola Ar-Rahman Kyai Mahmud, Pembina Madrasah Zuhro, M.Ag., Ketua Komite Madrasah Fatkhan Anis, Ketua Perwamit Ahmad Muslih, wali siswa, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Kabuaran menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Desa Kabuaran sebagai lokasi kegiatan. Menurutnya, program tersebut memberikan dampak positif bagi peserta didik sekaligus mempererat hubungan antara lembaga pendidikan dan masyarakat.
“Pemerintah Desa Kabuaran mendukung sepenuhnya kegiatan Tahfidz Camp ini. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan cinta Al-Qur’an,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina Madrasah Zuhro, M.Ag., menegaskan bahwa akhlakul karimah harus menjadi identitas utama seorang penghafal Al-Qur’an. Selain menjaga hafalan, para siswa juga diingatkan untuk terus semangat menuntut ilmu dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak.
Ia menilai tantangan generasi saat ini tidak hanya terletak pada aspek akademik, tetapi juga pada kemampuan menyaring pengaruh negatif dari penggunaan gawai, permainan daring, maupun berbagai konten digital yang kurang mendidik.
Kepala MI Takhassus Ma’arif NU Prapagkidul, Yuliana, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Kabuaran, Takmir Mushola Ar-Rahman, wali siswa, dan seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan.
Menurutnya, Tahfidz Camp menjadi sarana penting untuk menghubungkan proses pendidikan di madrasah dengan kehidupan nyata di tengah masyarakat. Dengan demikian, siswa dapat belajar mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an secara langsung dalam berbagai aktivitas sosial.
Sebagai bagian dari edukasi kepedulian lingkungan, peserta Tahfidz Camp menyerahkan bibit pohon alpukat kepada Takmir Mushola Ar-Rahman. Penyerahan tersebut menjadi simbol harapan agar manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga dapat tumbuh dan memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat di masa mendatang.
Melalui kegiatan Tahfidz Camp, MI Takhassus Ma’arif NU Prapagkidul berharap dapat terus melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kepedulian sosial, serta semangat menjaga lingkungan sebagai bagian dari pengamalan ajaran Islam.

