HEADLINNEWS.ID – Ribuan calon siswa baru SMA dan SMK negeri di Jawa Tengah kini bisa mulai mendaftar melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Pemprov Jateng memastikan proses ini berjalan lebih tertib dengan menetapkan semua kuota dan jalur penerimaan sejak awal.
Pembagian kuota dirancang untuk menyeimbangkan akses pendidikan. Pada SMA negeri, jalur domisili mendapat porsi terbesar 33 persen, diikuti afirmasi 32 persen, prestasi 30 persen, serta mutasi 5 persen. Sementara SMK negeri lebih menekankan prestasi dengan alokasi hingga 75 persen, afirmasi 15 persen, dan domisili 5 persen.
Pemprov menekankan agar seluruh petugas di lapangan memberikan informasi yang lengkap dan transparan kepada orang tua. Tujuannya agar tidak ada kesalahpahaman selama tahapan pendaftaran berlangsung.
Berdasarkan keterangan resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, untuk mendukung kelancaran teknis, sistem SPMB tahun ini diperkuat infrastruktur digital yang lebih canggih.
Kerja sama dengan Diskomdigi Jateng dan mitra teknologi seperti Alibaba memungkinkan penggunaan cloud server dengan fitur auto scaling yang otomatis menyesuaikan kapasitas saat lonjakan pendaftar terjadi.
Sistem cadangan multi-zone juga disiapkan, sehingga jika satu pusat data mengalami masalah, proses pendaftaran tetap berjalan tanpa gangguan.
Keamanan data pribadi siswa menjadi prioritas dengan penerapan perlindungan berlapis terhadap potensi serangan siber.
Dengan persiapan matang ini, Pemprov Jawa Tengah optimistis SPMB 2026 dapat berjalan lebih lancar, adil, dan memberikan kepastian bagi calon siswa serta keluarganya di seluruh wilayah.

