Islam Versus Rasionalitas Bisnis Haram

Fokky Fuad Wasitaatmadja
5 Min Read

Islam & Kompatibel Bisnis

Islam tampaknya merupakan ajaran agama yang “tidak disukai” dan cenderung untuk dimusuhi oleh dunia yang fokus pada capaian keuntungan bisnis global. Islam sangat ketat dalam segala hal yang bertentangan dengan hukum-hukum Illahi. Dalam tulisan ini hanya akan dibahas dua jenis bisnis global yang sangat tidak kompatibel dengan Islam, yaitu industri miras dan pelacuran. Bisnis global yang berkaitan dengan kedua hal tersebut menghasilkan keuntungan yang sangat besar dan tidak kompatibel dengan konsep bisnis dalam Islam.

Islam vs Industri Miras

Industri bisnis minuman keras dunia menjadi salah satu industri yang menghasilkan putaran uang dan keuntungan yang sangat besar. Oxford Economics dalam laporan Spirit: Global Economic Impact 2024 menjelaskan bahwa angka penjualan minuman keras secara global bernilai USD 650 Milyar pada tahun 2022 (Biagini & Saxon, 2024). 

Indonesia juga meraup pendapatan dari cukai minuman beralkohol pada tahun 2025 mencapai Rp8,9 triliun. Ditambah Rp361 miliar dari minuman beralkohol impor. Total pendapatan cukai dari minuman keras ini mencapai Rp9,28 triliun (Tempo, 2026).

Laporan Liputan 6 bahkan melaporkan industri alkohol di era tahun 2013 merupakan industri yang mendatangkan keuntungan terbesar di dunia dengan nilai USD1,16 triliun. Hal ini masih di atas bisnis industri minyak bumi yang kala itu mencapai USD1,03 triliun. Penyumbang terbesar dalam industri minuman keras ini disumbang oleh penjualan bir sebesar USD523 juta (liputan6.com, 2014).

Perusahaan minuman keras di China, Kweichiaw Moutai yang memproduksi minuman keras Baijiu menjadi perusahaan terbesar di China dengan valuasi asset sebesar USD259 miliar di tahun 2020 (detikfinance, 2020). 

Hal miris dalam industri minuman beralkohol ini adalah banyaknya industri minuman keras yang berkembang di negara-negara Muslim. CNBC melaporkan bahwa Perusahaan Minuman Keras Carrew and Co. perusahaan BUMN milik Bangladesh mampu meraup keuntungan senilai USD10 juta dalam tahun 2025. Direktur Carrew and Co. menjelaskan bahwa pertumbuhan laba bersih akan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang (cnbcindonesia.com, 2026).

Islam secara jelas melarang mengkonsumsi barang haram seperti minuman keras yang berdampak pada hilangnya kesadaran manusia (Qs.[5]:90).

Menjadi muslim bukan sekedar menjadi manusia, tetapi menjadi manusia yang berakal. Manusia yang dengan akal tersebut menjadi pemimpin peradaban. Dengan akal itu ia membedakan dirinya dengan makhluk lainnya. Perlindungan akal itu dibentuk melalui larangan mengkonsumsi minuman keras. Bukan tanpa rasionalitas Islam melarang minuman keras.

Islam vs Bisnis Prostitusi

Walau prostitusi di beberapa negara merupakan kegiatan illegal, tetapi disukai atau tidak ia tetap berjalan dan menghasilkan keuntungan fantastis. Perputaran uang dalam bisnis prostitusi cukup mencengangkan. Menurut laporan Havocscope, perputaran uang dalam bisnis prostitusi di dunia mencapai USD186 miliar pertahun. Havocscope bahkan juga melaporkan bahwa uang yang berputar dalam bisnis prostitusi di Indonesia mencapai USD2,2 miliar pertahun (kumparanbisnis.com, 2020).

Kemajuan dunia teknologi digital saat ini semakin membuat bisnis prostitusi tumbuh subur. Teknologi digital sangat dimanfaatkan oleh pengelola jaringan bisnis prostitusi untuk melancarkan bisnisnya. Penggunaan teknologi digital ini memberikan jaminan kemudahan mendapatkan perempuan sebagai pelacur, rasa aman pemakainya, serta kemudahan transaksi prostitusi (neraca.co.id, 2026). 

Bisnis prostitusi bukan berada dalam tataran lokal, tetapi menjangkau kawasan regional. Bisnis ini juga melibatkan orang asing sebagai pengendali. Beberapa warga negara asing terlibat dalam perdagangan perempuan di Indonesia. Untuk menyulitkan pelacakan aparat, para pelaku menggunakan transaksi mata uang kripto (kompas.com, 2025).

Larangan zina terdapat pula dalam al-Qur’an yang menegaskan agar setiap manusia menghindarinya, menjauh darinya (Qs.[17]: 32). Pelarangan zina juga bukan tanpa dasar. Melindungi keturunan (nasab) melalui perkawinan yang sah merupakan hal yang penting. Hal ini juga akan berdampak pula pada proses waris yang jelas dan terang. 

Selain itu zina dan prostitusi juga berkait dengan penyebaran penyakit secara masif. Penyakit semacam HIV/AIDS menyebar melalui jalur prostitusi yang mengancam peradaban umat manusia. Prostitusi juga mengancam harmoni rumah-tangga/keluarga sedangkan keluarga dalam Islam adalah fondasi dari pembentukan umat.

Semakin banyak yang menjauhi minuman keras dan zina, potensi bisnis miras dan prostitusi semakin suram. Pada sisi lain maraknya proses konversi masyarakat Barat menuju Islam turut mengancam eksistensi bisnis haram tersebut. Secara perlahan masyarakat barat yang melakukan konversi ke dalam religi Islam mulai meninggalkannya. Bisnis haram yang bernilai milyar dollar dapat terancam gulung tikar jika proses konversi religius ini terus terjadi.

Penutup

Rasionalitas kepentingan bisnis dunia Barat menghambat laju Islam adalah menjamin eksistensi bisnis multi milyar dollar ini tetap berjalan. Secara bisnis majunya Islam sangat tidak menguntungkan.

Bukan tanpa alasan bahwa framing terhadap Islam yang buruk harus tetap ditampilkan. Framing Islam sebagai agama teror, agama yang mengusung gagasan poligami, hingga menampilkan masyarakat yang bodoh terus dibangkitkan melalui pers dan sosial media guna melindungi nilai bisnis yang sangat menggiurkan. 

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!