HEADLINNEWS.ID – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Purworejo, Kamis (18/6/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dalam agenda tersebut, Menteri Wihaji menghadiri pertemuan dengan ratusan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang berlangsung di Ganesha Convention Hall. Kehadiran TPK dinilai memiliki peran strategis dalam memastikan distribusi bantuan gizi tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Wihaji menjelaskan, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) mendapat mandat untuk membantu pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis kepada kelompok 3B. Di Kabupaten Purworejo sendiri, program tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 17.000 penerima manfaat.
“Melalui Tim Pendamping Keluarga yang terdiri dari kader PKK, kader KB, dan tenaga kesehatan di masing-masing wilayah, kami membantu memastikan distribusi Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita berjalan dengan baik,” ujar Wihaji.

Menurutnya, TPK menjadi ujung tombak pemerintah dalam menjembatani berbagai program pembangunan keluarga, termasuk memastikan bantuan gizi dapat diterima masyarakat secara optimal.
Dari hasil pemantauan di lapangan, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Purworejo dinilai berjalan lancar dan mendapatkan respons positif dari masyarakat.
“Kami mengecek langsung bagaimana penerimaan masyarakat. Alhamdulillah rata-rata tidak ada masalah. Harapannya seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Kabupaten Purworejo dapat mendistribusikan program ini kepada seluruh penerima manfaat,” katanya.
Selain meninjau pelaksanaan MBG, Wihaji juga mengapresiasi capaian Kabupaten Purworejo dalam upaya percepatan penurunan stunting. Ia menyebut prevalensi stunting di daerah tersebut telah berada di bawah rata-rata nasional.
“Saat ini angka stunting nasional berada di kisaran 19,8 persen, sedangkan Purworejo sudah sekitar 14 persen. Ini capaian yang baik dan harus terus ditingkatkan,” ungkapnya.
Meski demikian, Wihaji menegaskan bahwa tantangan pembangunan keluarga masih cukup besar. Karena itu, ia meminta seluruh anggota Tim Pendamping Keluarga untuk terus menjaga semangat, komitmen, dan kesabaran dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
“Tugas pendamping keluarga sangat mulia karena mendampingi masyarakat sejak pra-nikah hingga lansia. Saya berharap seluruh TPK tetap sabar dan semangat dalam mendampingi keluarga Indonesia, khususnya di Kabupaten Purworejo,” tandasnya.

