Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5

Kejutan, Tanjung Verde Tahan Spanyol!

Vozinha mencatat sejarah sebagai pemain tertua yang tampil dalam debut Piala Dunia sebuah negara pada usia 40 tahun 12 hari. Ia juga menjadi kiper berusia di atas 40 tahun dengan jumlah penyelamatan terbanyak dalam satu laga Piala Dunia sejak 1986.

Mugi Imaning Tyas
3 Min Read
Kiper Tanjung Verde, Josimar José Évora Dias atau Vozinha (kanan-red) tampil gemilang dilaga melawan Spanyol. Istimewa

HEADLINNEWS.IDHeadlinews.id – Kejutan. Spanyol ditahan imbang tim debutan di Piala Dunia, Tanjung Verde. Laga yang digelar di Stadion Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026) malam WIB ini sendiri berlangsung seru dan penuh tekanan.

Namun, kiper Tanjung Verde, Josimar José Évora Dias atau Vozinha tampil gemilang. Tercatat, ia sukses melakukan tujuh penyelamatan penting yang menggagalkan berbagai peluang emas Spanyol.

Sejak awal laga, Spanyol langsung menekan. Pedro González López alias Pedri menguji refleks Vozinha pada menit ke-15, tetapi kiper berusia 40 tahun itu mampu mengamankan bola dengan tenang.

Tekanan Spanyol meningkat menjelang akhir babak pertama. Ferran Torres melepaskan tembakan yang membentur mistar gawang setelah kerja sama Rodrigo Hernández dan Marc Cucurella membuka ruang serangan.

Tidak lama kemudian, Mikel Oyarzabal juga mengancam lewat sundulan keras, tetapi Vozinha kembali melakukan penyelamatan gemilang.

Spanyol terus menguasai permainan dengan penguasaan bola tinggi dan tekanan konstan. Namun, lini belakang Tanjung Verde tampil disiplin dan kompak.

Ferran Torres kembali mencoba peruntungan lewat tembakan dari sisi kiri, tetapi Vozinha menepisnya ke area aman. Aymeric Laporte juga memaksa kiper lawan bekerja keras lewat sundulan, namun peluang itu kembali gagal menjadi gol.

Roberto “Pico” Lopes ikut berperan penting dengan memblok tembakan Oyarzabal di dalam kotak penalti.

Pelatih Luis de la Fuente memasukkan Lamine Yamal dan Mikel Merino pada babak kedua untuk menambah daya gedor. Namun, perubahan itu tidak langsung mengubah jalannya pertandingan.

Yamal mencoba memberi kecepatan di lini depan, tetapi Tanjung Verde tetap mampu menjaga struktur pertahanan dengan baik. Spanyol terus menekan, tetapi penyelesaian akhir mereka tidak berjalan efektif hingga akhir laga.

Tanjung Verde hampir mencetak gol kemenangan di menit akhir. Edilson Alberto Monteiro Sanches Borges, yang dikenal sebagai Diney, menyambut peluang emas lewat sundulan, tetapi Unai Simón masih mampu melakukan penyelamatan penting.

Kesempatan itu menjadi satu-satunya momen nyata Tanjung Verde untuk mencuri kemenangan, tetapi mereka tetap mengamankan satu poin bersejarah.

Spanyol mencatat 27 tembakan dengan tujuh tepat sasaran. Namun, mereka gagal mencetak gol dan hanya menghasilkan expected goals (xG) sebesar 2,29.

Tim asuhan Luis de la Fuente juga mencatat 12 tembakan di babak pertama, tetapi sebagian besar datang dari jarak jauh dan tidak efektif.

Sejak mencetak gol di Piala Dunia 2022 melawan Jepang, Spanyol tercatat menyelesaikan 2.475 operan tanpa menghasilkan gol dalam periode tertentu di turnamen ini.

Editor: HL-News
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!