HEADLINNEWS.ID – Penampilan Justin Bieber dalam pertunjukan paruh waktu (halftime show) Final Piala Dunia FIFA 2026 menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Alih-alih membawakan lagu-lagu populernya yang enerjik, penyanyi asal Kanada itu memilih menyanyikan Everything Hallelujah, lagu dari album Swag II yang dirilis pada 2025.
Pilihan lagu tersebut memicu beragam reaksi dari penonton. Sebagian menganggap lagu yang bernuansa lembut itu kurang cocok dibawakan di tengah atmosfer pertandingan final antara Spanyol dan Argentina yang berlangsung sengit. Tak sedikit pula yang mengaku berharap Bieber membawakan lagu-lagu hits seperti Baby, Sorry, atau Love Yourself.
Meski menuai kritik, Everything Hallelujah memiliki makna yang cukup personal bagi Justin Bieber. Melalui liriknya, ia mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas berbagai hal yang dialaminya dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari keluarga, istri dan anaknya, hingga momen-momen sederhana seperti menikmati matahari terbit, hujan, menghirup udara segar, dan menjalani rutinitas harian.
Lagu tersebut berulang kali menyebut kata hallelujah, yang secara umum dikenal sebagai ungkapan pujian dan syukur kepada Tuhan. Melalui lagu ini, Bieber seolah ingin menyampaikan bahwa hal-hal sederhana dalam hidup juga layak disyukuri.
Penampilan Bieber menjadi salah satu bagian dari sejarah baru Piala Dunia. Untuk pertama kalinya, FIFA menggelar halftime show bergaya Super Bowl pada laga final, menghadirkan sejumlah musisi kelas dunia dalam satu panggung.
Selain Justin Bieber, pertunjukan juga dimeriahkan oleh Madonna, BTS, Shakira, dan Burna Boy. Acara diproduseri oleh vokalis Coldplay, Chris Martin, sementara Shakira dan Burna Boy membawakan lagu resmi Piala Dunia 2026, Dai Dai, sebagai penutup pertunjukan.
Final Piala Dunia 2026 sendiri berakhir dengan kemenangan Spanyol yang mengalahkan Argentina dengan skor 1-0, sekaligus mengantarkan La Roja meraih gelar juara dunia.

