HEADLINNEWS.ID – Proses pembangunan tower seluler di Desa Bengle, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, menjadi perhatian warga setempat. Sejumlah masyarakat terdampak menyampaikan aspirasi mereka dalam musyawarah yang digelar di Balai Desa Bengle, Senin (8/6/2026).
Sekitar 20 warga bersama delapan perwakilan dari LSM Harimau Tegal Raya menghadiri pertemuan tersebut untuk menyampaikan berbagai masukan terkait pembangunan tower yang saat ini masih berlangsung.
Dalam audiensi, warga menyoroti sejumlah hal, mulai dari sosialisasi yang dinilai belum maksimal, mekanisme kompensasi bagi warga terdampak, hingga proses pengumpulan persetujuan warga yang dilakukan oleh pihak vendor.
Menanggapi aspirasi tersebut, Pemerintah Desa Bengle menyatakan siap menampung seluruh masukan masyarakat dan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak vendor guna mencari solusi terbaik.
Pemerintah desa juga berkomitmen mengawal proses penyelesaian permasalahan secara terbuka dan mengedepankan kepentingan masyarakat agar pembangunan dapat berjalan dengan baik tanpa mengabaikan aspirasi warga.

Musyawarah berlangsung dalam suasana tertib dengan pengamanan dan monitoring dari jajaran Polsek Talang. Kapolsek Talang IPTU Wantoro, S.H., M.H. mengatakan pihaknya hadir untuk memastikan proses penyampaian aspirasi masyarakat berjalan aman dan kondusif.
“Kami mendukung setiap penyelesaian permasalahan melalui musyawarah dan komunikasi yang baik. Harapannya, seluruh pihak dapat menemukan solusi yang mengedepankan kepentingan bersama,” ujar IPTU Wantoro.
Dari hasil pertemuan tersebut, disepakati bahwa pemerintah desa akan melakukan komunikasi lanjutan dengan pihak vendor pembangunan tower seluler untuk menindaklanjuti berbagai masukan yang telah disampaikan masyarakat.
Sementara itu, warga diminta menunggu hasil koordinasi yang akan dilakukan guna memperoleh kejelasan terkait sejumlah persoalan yang menjadi perhatian dalam proses pembangunan tower seluler tersebut.

