Rupiah Melemah, Pemprov Jateng Perkuat UMKM Lewat Kemudahan Modal dan Perluasan Pasar

Salah satu langkah utama yang ditempuh adalah memperluas akses pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga 6 persen.

Attoilah
2 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai benteng ketahanan ekonomi daerah melalui kemudahan akses permodalan, pendampingan, serta perluasan pasar.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan hal tersebut usai Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Tengah, Senin (8/6/2026). Menurutnya, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang harus terus didorong agar mampu bertahan sekaligus naik kelas di tengah tantangan ekonomi.

“UMKM di Jawa Tengah harus bisa naik kelas, dari mikro menjadi kecil, kemudian menengah. Ini menjadi andalan ekonomi kita yang wajib terus dibina,” ujarnya.

Salah satu langkah utama yang ditempuh adalah memperluas akses pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga 6 persen.

Selain modal, pemerintah juga memberikan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk, mulai dari perbaikan kemasan, strategi pemasaran, hingga membuka peluang ekspor.

“Kita berikan kemudahan akses modal lewat KUR berbunga rendah. Juga dibimbing soal kemasan, pemasaran, hingga peluang ekspor agar produk mereka makin kompetitif,” jelas Luthfi.

Ia menambahkan, tantangan seperti kenaikan harga bahan baku akibat gejolak nilai tukar tidak bisa dihadapi sendirian. Sinergi dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, dan dunia usaha menjadi kunci agar UMKM tetap tumbuh dan berdaya saing.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu kerja sama dengan BI, OJK, perbankan, dan pelaku usaha agar masalah yang dihadapi UMKM bisa diselesaikan bersama,” tegasnya.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!