HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Pemerintah berencana mengembangkan sumber panas bumi atau geotermal yang akan dibangun di sejumlah daerah termasuk di Jawa Tengah. Namun, rencana ini mendapatkan penolakan dari masyarakat yang berada di sekitar lokasi yang akan dikembangkan untuk proyek geotermal tersebut.
Menanggapi hal ini, Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Nur Sa’adah menjelaskan bahwa akan berusaha menyelesaikan terkait kekhawatiran yang dihadapi masyarakat, dengan ke depannya akan dilibatkan dan ada komunikasi bersama.
“Di Jawa Tengah ada sekitar 19 titik akan dilakukan pengeboran panas bumi. Kekhawatiran masyarakat tidak terlepas dari, mengenai dampak bencana, kerusakan lingkungan, dan ketakutan yang dirasakan masyarakat akan ada dampak serius,” ucap dia.
Menurut Nur, sehingga kecemasan masyarakat, akan dilihat dengan melalui kajian yang juga kemudian bisa dilanjutkan pertemuan untuk pembahasan persoalan.
“Adanya kecemasan berkepanjangan bagi masyarakat, sehingga akan dilihat dengan kajian. Kita juga akan melibatkan masyarakat di sekitar lokasi rencana pembangunan untuk bertemu mengadakan pembahasan,” katanya.
Dengan penyelesaian sejak awal, Ketua Komisi D DPRD Jateng tersebut menilai sebelum dimulainya pembangunan pengembangan, maka penting untuk menyiapkan tahapan-tahapan yang sekaligus melibatkan masyarakat sehingga ada jalan keluar dan tidak menghambat segala proses yang akan dilakukan.
“Bersama Dinas ESDM kita akan memberikan penjelasan mengenai perencanaan pengembangan. Ada tahapan-tahapan yang belum dilalui, sehingga masih ada waktu sebelum proyek dimulai. Komunikasi akan dikedepankan untuk melibatkan masyarakat, agar menemukan kesesuaian pendapat,” jelas Nur Sa’adah.

