Jelang Musyda VIII Polosoro, Persaingan Ketua Umum Makin Terbuka, Nama Hery Dwidoyo Mulai Menguat

Achmad Luthfi Khakim
By - Achmad Luthfi Khakim
3 Min Read

HEADLINNEWS.IDPURWOREJO – Bursa calon Ketua Umum Polosoro Kabupaten Purworejo menjelang Musyawarah Daerah (Musyda) VIII semakin menarik untuk disimak. Sejumlah nama yang sebelumnya diprediksi bakal bersaing mulai mengerucut setelah dua tokoh utama memastikan tidak ikut dalam kontestasi yang akan digelar pada 23 Juli 2026.

Ketua Panitia Musyda VIII Polosoro Kabupaten Purworejo, Dwinanto, mengatakan dinamika menjelang pelaksanaan musyawarah terus berkembang. Hingga memasuki 10 hari sebelum pelaksanaan, komunikasi antaranggota dan konsolidasi dukungan mulai semakin intens.

Petahana Suwarto, Kepala Desa Jatimalang, menjadi sosok pertama yang memastikan tidak akan kembali mencalonkan diri. Setelah memimpin organisasi kepala desa tersebut selama dua periode berturut-turut, ia memilih mengakhiri masa kepemimpinannya dan memberi kesempatan kepada generasi berikutnya.

“Sudah cukup dua periode. Saya ingin memberikan kesempatan kepada calon-calon lain sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan di Polosoro,” ujar Suwarto.

Tak lama berselang, keputusan serupa juga datang dari Supriyono, Kepala Desa Pringgowijayan. Nama yang sejak awal masuk dalam bursa calon kuat itu juga memastikan tidak akan maju pada Musyda VIII.

Dengan mundurnya dua figur tersebut, peta persaingan berubah. Nama Juminatun (Menik), Kepala Desa Langenrejo, dan Andi Prasetiawan, Kepala Desa Trirejo, sempat disebut sebagai kandidat yang memiliki peluang besar untuk memimpin organisasi.

Namun, perkembangan terbaru menghadirkan warna baru dalam kontestasi. Nama Hery Dwidoyo, Kepala Desa Sumbersari, Kecamatan Banyuurip, mulai ramai diperbincangkan di kalangan kepala desa. Meski belum mendeklarasikan diri sebagai calon, Hery dinilai memiliki peluang untuk menjadi kejutan dalam Musyda VIII.

Kemunculan Hery membuat persaingan dinilai semakin terbuka. Dukungan dari para kepala desa diperkirakan masih sangat dinamis sehingga peluang setiap kandidat tetap terbuka hingga hari pelaksanaan musyawarah.

Menurut Dwinanto, Musyda VIII bukan sekadar memilih ketua umum baru, tetapi juga menjadi momentum menentukan arah organisasi Polosoro dalam memperkuat sinergi antarkepala desa dan mengawal berbagai kebijakan strategis yang berkaitan dengan pemerintahan desa di Kabupaten Purworejo.

“Panitia berharap Musyawarah Daerah VIII Polosoro Kabupaten Purworejo berlangsung demokratis, penuh semangat kebersamaan, dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa organisasi semakin solid serta memperjuangkan aspirasi pemerintahan desa,” kata Dwinanto.

Musyawarah Daerah VIII Polosoro dijadwalkan berlangsung pada 23 Juli 2026 dan diperkirakan akan menjadi salah satu agenda penting yang menyita perhatian para kepala desa se-Kabupaten Purworejo. Dengan konfigurasi calon yang terus berubah, peluang munculnya pemimpin baru dari luar prediksi awal pun semakin terbuka.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *