Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, 13 Erupsi Strombolian Tercatat

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
2 Min Read

HEADLINNEWS.ID – JAKARTA, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih berstatus Level III atau Siaga, dengan 13 erupsi Strombolian tercatat hingga 10 September 2026. Badan Geologi juga merekam sejumlah aktivitas kegempaan pada Jumat (11/9/2026).

Aktivitas tersebut terdiri atas tujuh gempa Low Frequency, empat gempa Hybrid/Fase Banyak, empat gempa Vulkanik Dangkal, empat gempa Vulkanik Dalam, dan satu Tremor Menerus.

Pada Jumat, kondisi Gunung Anak Krakatau tertutup kabut sehingga asap kawah tidak teramati. Badan Geologi mencatat cuaca di sekitar gunung api cerah hingga berawan dengan angin sedang menuju barat laut.

Suhu udara di sekitar Gunung Anak Krakatau berada pada kisaran 26,3-26,7 derajat Celsius dengan kelembapan 80-82 persen.

Badan Geologi menyatakan aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau menunjukkan kecenderungan menurun. Namun, gunung api tersebut masih aktif dan berpotensi mengalami erupsi berikutnya.

Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan memasuki atau melakukan kegiatan dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Badan Geologi juga mengingatkan kewaspadaan terhadap ancaman awan panas, lava, lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat. Masyarakat yang terdampak abu vulkanik direkomendasikan mengurangi aktivitas di luar rumah atau menggunakan masker saat beraktivitas.

Untuk masyarakat di wilayah pantai Banten dan Lampung, Badan Geologi mengimbau tetap tenang dan tidak mempercayai isu mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau yang disebut akan menyebabkan tsunami. Masyarakat diminta mengikuti arahan BPBD setempat.

Gunung Anak Krakatau sebelumnya mengalami erupsi menerus pada Jumat (4/9/2026). Setelah erupsi menerus berakhir, aktivitas gunung api kembali menunjukkan karakter erupsi Strombolian.

Status Level III atau Siaga dan catatan 13 erupsi Strombolian menjadi fakta utama yang menentukan nilai berita. Data sumber juga menyebut aktivitas kegempaan cenderung menurun, tetapi Gunung Anak Krakatau masih aktif dan berpotensi mengalami erupsi berikutnya.

Editor: Michael Ivan
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!