Anak Krakatau Tetap Siaga Usai Erupsi Menerus 25 Jam

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
3 Min Read

HEADLINNEWS.ID – LAMPUNG, Gunung Anak Krakatau tetap berstatus Level III atau Siaga setelah episode erupsi menerus berlangsung sekitar 25 jam hingga Minggu, 6 September 2026. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan status tersebut tetap berlaku meski episode erupsi menerus telah berakhir.

Kepala PVMBG Siti Sumilah Rita Susilawati mengatakan rekaman instrumental mencatat gempa erupsi menerus mulai Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dan berhenti pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.

Setelah episode tersebut berhenti, satu erupsi susulan bertipe Strombolian tercatat pada pukul 03.53 WIB dengan durasi sekitar 30 detik. PVMBG untuk sementara menginterpretasikan erupsi susulan itu sebagai penanda berakhirnya episode erupsi menerus.

Pemantauan pada 5-6 September menunjukkan aktivitas visual Gunung Anak Krakatau masih teramati. Pada malam hari, kolom erupsi berwarna merah terlihat melalui CCTV, sedangkan pada siang hari tampak kepulan berwarna kehitaman yang membumbung.

Dari pemantauan instrumental, rerata amplitudo RSAM yang mengukur energi aktivitas vulkanik sempat meningkat pada 5 September, kemudian menunjukkan tren menurun pada 6 September. Data Tiltmeter Stasiun Tanjung masih memperlihatkan kecenderungan inflasi sejak awal Agustus 2026, sementara Stasiun Lava93 mencatat pola relatif mendatar atau konstan.

PVMBG menyatakan dinamika vulkanisme Gunung Anak Krakatau masih aktif. Potensi letusan susulan dalam beberapa waktu ke depan masih tergolong tinggi, dengan potensi bahaya berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta kemungkinan aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi.

Atas hasil evaluasi tersebut, PVMBG mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan, dan pendaki diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung.

PVMBG juga mengimbau masyarakat di pesisir Banten dan Lampung tetap tenang serta tidak mempercayai informasi hoaks mengenai potensi tsunami akibat erupsi. Aktivitas masyarakat dapat tetap berjalan dengan mengikuti arahan BPBD setempat dan memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi.

Siti Sumilah menegaskan status Level III dan seluruh rekomendasi tetap berlaku selama laporan evaluasi berikutnya belum diterbitkan. PVMBG akan terus mengevaluasi tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau secara berkala.

Episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir, tetapi status aktivitas gunung tetap berada pada Level III atau Siaga. Data pemantauan masih mencatat dinamika vulkanik aktif dan potensi letusan susulan yang tergolong tinggi, sehingga rekomendasi radius 3 kilometer dari pusat aktivitas tetap berlaku.

Editor: HL-News
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!