HEADLINNEWS.ID – Jakarta, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan lima gunung api aktif di Indonesia berada pada tingkat aktivitas Level III atau Siaga. Salah satunya Gunung Anak Krakatau yang kembali mengalami rangkaian erupsi sejak Jumat (4/9/2026) malam hingga Minggu pagi.
Kelima gunung api berstatus Siaga tersebut ialah Anak Krakatau di Selat Sunda, Merapi di perbatasan Jawa Tengah-D.I. Yogyakarta, Semeru di Jawa Timur, Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur, serta Sinabung di Sumatera Utara.
Berdasarkan data sistem mitigasi bencana MAGMA Indonesia, status Level III ditetapkan setelah hasil pengamatan visual dan instrumental memperlihatkan peningkatan aktivitas yang semakin nyata atau gunung api mengalami erupsi.
Selain lima gunung berstatus Siaga, tidak ada gunung api yang berada pada Level IV atau Awas. Sebanyak 22 gunung berada pada Level II atau Waspada, sedangkan 42 gunung lainnya berstatus Level I atau Normal.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda meningkat dengan rentetan erupsi yang berlangsung sejak Jumat malam hingga Minggu pagi. Aktivitas tersebut disertai lontaran lava pijar atau lava fountain dan kegempaan tremor beramplitudo tinggi.
Abu vulkanik dari aktivitas Anak Krakatau sempat terbawa angin ke sejumlah wilayah, termasuk Banten, Lampung, Jakarta, Bogor, hingga Depok. PVMBG melarang masyarakat, nelayan, dan wisatawan mendekat dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Di Jawa Timur, Gunung Semeru kembali erupsi pada Minggu (6/9/2026) pukul 07.51 WIB. Petugas mencatat kolom abu letusan mencapai kurang lebih 1.000 meter di atas puncak Mahameru.
PVMBG juga mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pemerintah daerah mematuhi zona bahaya sektoral di masing-masing gunung api. Zona tersebut ditetapkan untuk menghindari risiko lontaran material pijar, awan panas guguran, dan sebaran abu vulkanik lebat.
Data PVMBG menunjukkan aktivitas vulkanik Level III tersebar di lima wilayah gunung api, dengan Anak Krakatau dan Semeru mengalami erupsi yang tercatat pada periode terbaru. Sumber juga mencatat tidak ada gunung api yang berstatus Level IV atau Awas saat data tersebut disampaikan.

