Erupsi Anak Krakatau Ganggu 48 Penerbangan di Lampung dan Jakarta

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
3 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Jakarta, Sebanyak 19 penerbangan di Bandara Radin Inten II Lampung dan 29 penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026). Di Radin Inten II, 19 penerbangan dibatalkan hingga pukul 14.00 WIB, sedangkan di Halim 29 penerbangan terdampak pada periode yang sama.

General Manager Bandara Internasional Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, mengatakan pembatalan penerbangan terjadi setelah diterbitkannya Notice to Airmen (NOTAM) yang menetapkan landasan bandara dalam status aerodrome closed hingga pukul 14.00 WIB.

“Ada sebanyak 19 jadwal penerbangan dinyatakan dibatalkan atau cancel menyusul dikeluarkannya Notice to Airmen (NOTAM) terkait penutupan operasional landasan (aerodrome closed) hingga pukul 14.00 WIB hari ini,” kata Kiki, Minggu (6/9/2026).

Kiki menjelaskan NOTAM berlaku sejak pukul 07.00 hingga 14.00 WIB. Sementara itu, operasional harian Bandara Radin Inten II berlangsung pada pukul 07.00 sampai 20.15 WIB.

Di Jakarta, General Manager Ops KSO Bandara Halim Perdanakusuma, Kolonel PNB Ali Sudibyo, mencatat 29 penerbangan terdampak hingga pukul 14.00 WIB. Jumlah tersebut terdiri atas 15 penerbangan keberangkatan dan 14 penerbangan kedatangan.

“Berdasarkan pendataan sementara, terdapat potensi dampak terhadap 29 penerbangan, terdiri dari 15 penerbangan keberangkatan dan 14 penerbangan kedatangan hingga pukul 14.00 WIB,” kata Ali kepada Tribunnews, Minggu (6/9/2026).

Ali menyebut sedikitnya empat maskapai komersial terdampak, yakni Citilink, Batik, Flyjaya, dan Rimbun. Data tersebut berkaitan dengan penerbangan yang dibatalkan akibat NOTAM hingga pukul 14.00 WIB serta pembatalan oleh maskapai hingga pukul 17.00 WIB.

Otoritas Bandara Halim Perdanakusuma bersama maskapai melakukan koordinasi terkait penanganan penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan.

Sementara itu, aktivitas di Rest Area KM 49 Jalan Tol Trans Sumatera, Lampung Selatan, masih berlangsung normal hingga pukul 12.00 WIB. Sejumlah kendaraan, terutama truk besar bermuatan yang hendak menuju Pulau Jawa, terlihat berada di area tersebut.

Tumpukan kendaraan di rest area tersebut bukan karena pengendara mengungsi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Para sopir truk berhenti karena mengantre untuk mendapatkan bahan bakar minyak jenis solar.

Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dalam data yang tersedia terlihat pada aktivitas penerbangan di dua bandara, dengan total 48 penerbangan terdampak atau dibatalkan berdasarkan laporan pada pukul 13.00 WIB. Di sisi lain, kondisi Rest Area KM 49 Jalan Tol Trans Sumatera di Lampung Selatan masih dilaporkan normal hingga pukul 12.00 WIB.

Editor: HL-News
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!