HEADLINNEWS.ID – TUNTANG, Ruas jalan lintas Tuntang–Bringin, tepatnya di depan Kebun Buah Tlogo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, tertutup sepenuhnya pada Jumat (28/8) sore. Sebuah pohon tumbang saat proses penebangan, menimpa kabel jaringan PLN hingga menyebabkan tiang listrik patah, dan memutus arus lalu lintas serta aliran listrik di wilayah tersebut.
Peristiwa bermula dari aktivitas penebangan pohon di lahan yang sedang dikembangkan untuk pembangunan Kantor DPC Partai NasDem Kabupaten Semarang. Jalil, warga Desa Petet, Kecamatan Tuntang sekaligus pemilik pohon yang tumbang, menjelaskan telah menjual tiga batang pohon kepada pemborong bernama SM dan DN, warga Desa Pancuran, Kecamatan Bawen. Saat kejadian, Jalil tidak berada di lokasi dan belum mengetahui secara pasti penyebab pohon jatuh.
Pihak penebang menyatakan pohon tersebut berusia tua dan akarnya sudah lapuk sehingga mudah roboh. Namun keterangan ini dibantah saksi mata. Yuli, pemilik warung di lokasi kejadian, menegaskan jatuhnya pohon disebabkan kesalahan prosedur penebangan dan perkiraan arah jatuh kayu yang keliru.
“Penebang kemungkinan salah memprediksi arah jatuhnya kayu besar itu, hingga menimpa pohon lain di tanah Jalil yang akarnya lapuk. Pohon itu akhirnya tumbang ke arah jalan dan menimpa kabel listrik,” ujar Yuli.

Pohon dan tiang listrik yang melintang menutup seluruh badan jalan membuat arus lalu lintas terhenti sekitar dua jam. Anggota Polsek Tuntang yang segera tiba di lokasi, untuk membantu mengatur lalu lintas, segera mengarahkan pengendara mengambil jalur alternatif, serta mengumpulkan keterangan kejadian.
Petugas lapangan dan vendor yang ditunjuk PLN melakukan pembersihan hambatan dan pemulihan fasilitas kelistrikan. Hingga sampai sekitar pukul 15.45 WIB, ruas jalan Tuntang-Beringin sudah kembali dapat dilewati kendaraan.
Keterangan PLN & Upaya Pencegahan
Kepala Bagian Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) PLN Rayon Ambarawa, Adeta Geanis, menyatakan jalur listrik Tuntang–Tlogo sangat vital: melayani warga, pelaku usaha, hingga Rest Area Tol 445B Tlogo. Pemadaman listrik belum dapat dipastikan kapan akan pulih sepenuhnya dan dampak kerugian dirasakan banyak pihak.
Nilai kerugian yang dialami PLN belum dapat dipastikan angka pastinya, dan akan dihitung oleh manajemen setelah menerima laporan lengkap dari petugas teknis lapangan, terangnya kepada awak media saat ditemui dikatornya.
Menurut Adeta, “kami secara rutin sudah melakukan sosialisasi melalui WhatsApp grup perangkat desa, memberikan himbauan agar warga tidak menanam pohon ataupun mendirikan bangunan terlalu dekat dengan jaringan listrik”, Terangnya.
Ia juga menyampaikan jika masyarakat yang memiliki pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik, dihimbau untuk melaporkan serta tidak segan-segan meminta bantuan untuk penebangan pohon secara gratis, melalui aplikasi PLN Mobile, call center, atau mendatangi kantor PLN Rayon Ambarawa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengurus DPC Partai NasDem Kabupaten Semarang selaku pemilik lahan tempat pohon ditebang, belum memberikan konfirmasi apa pun terkait kejadian tersebut.

