HEADLINNEWS.ID – Jakarta, Polisi mengamankan 65 orang yang diduga berpotensi menjadi provokator saat unjuk rasa di depan gerbang Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8). Mereka disebut membawa barang yang dilarang, termasuk bom molotov, beberapa jerigen bensin, dan senjata tajam.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budhi Hermanto mengatakan benda-benda tersebut dinilai dapat membahayakan keselamatan umum selama demonstrasi. Polisi belum memperoleh laporan lebih lanjut mengenai keberadaan 65 orang yang diamankan tersebut.
Sementara itu, unjuk rasa yang diinisiasi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) berlangsung aman dan tertib hingga pukul 13.37 WIB. Setelah rombongan AMPB meninggalkan kawasan DPR, aksi berlanjut dengan kehadiran keluarga serta kelompok masyarakat lainnya.
Budhi mengatakan polisi telah mengantarkan rombongan AMPB keluar dari kawasan DPR. Polisi tetap berada di lokasi untuk menjaga keamanan, sementara massa yang melanjutkan aksi disebut sebagai massa cair.
Kepala Polres Jakarta Pusat Reynold Elisa Patomuan Hutagulung juga menyebut polisi mengamankan seorang copet di depan gerbang Kompleks Parlemen. Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai identitas maupun modus pencopetan tersebut.
Di lokasi, sebagian massa sempat melempar botol air minum dari logistik hasil donasi kepada AMPB. Keributan di area penumpukan logistik kemudian mereda dalam waktu singkat, sementara sebagian massa lain membakar alat peraga demonstrasi.
Gumpalan asap putih sempat terlihat sekitar pukul 13.10 WIB setelah massa membakar alat pemadam api ringan yang digunakan untuk memadamkan api. Reynold menegaskan polisi tidak menembakkan gas air mata selama aksi berlangsung.
Fakta utama dalam aksi tersebut adalah pengamanan 65 orang yang diduga berpotensi menjadi provokator karena membawa bom molotov, jerigen bensin, dan senjata tajam. Pada saat yang sama, aksi AMPB hingga pukul 13.37 WIB disebut berlangsung aman dan tertib sebelum demonstrasi dilanjutkan kelompok masyarakat lainnya.

