Kompor Rocket Stove Atasi Sampah Rumah Tangga Desa Kebumen

Jumadi
By
Jumadi
3 Min Read
Mahasiswa Undip meresmikan kompor Rocket Stove di Desa Kebumen, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.
Oleh: Jumadi

HEADLINNEWS.IDKelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Program Studi Teknik Geologi Romeo Arman Andriyanto meresmikan kompor Rocket Stove sebagai hasil program kerja multidisiplin pengelolaan limbah rumah tangga, di Desa Kebumen, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons terhadap tingginya akumulasi limbah mentah rumah tangga yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh warga. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, sebagian warga Desa Kebumen masih terbiasa membakar sampah begitu saja di pekarangan rumah tanpa alat khusus, sehingga menimbulkan tumpukan abu dan asap yang berpotensi mengganggu kenyamanan maupun kesehatan lingkungan sekitar.

“Program ini turut mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-7 mengenai energi bersih dan terjangkau serta tujuan ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, melalui pemanfaatan limbah kering sebagai sumber energi panas alternative,” jelasnya.

Dijelaskannya, bahwa program ini dirancang untuk memberikan alternatif pengolahan sampah yang lebih terarah dibanding pembakaran terbuka. Kami melihat kebiasaan membakar sampah secara terbuka masih cukup umum di sini, padahal cara itu menghasilkan asap yang pekat dan panasnya terbuang percuma. Lewat Rocket Stove, sampah kering dibakar dalam ruang bakar tertutup yang lebih terarah, sehingga prosesnya lebih terkendali dan panasnya bisa sekaligus dimanfaatkan.

“Pelaksanaan program diawali dengan analisis kelayakan material sebagai bahan isolator termal komponen pembakaran, meliputi pemilihan hebel atau bata ringan sebagai badan tungku serta rangka besi sebagai penahan sampah. Tahap berikutnya adalah perakitan struktur kompor, konstruksi fisik Rocket Stove, hingga uji coba pembakaran, sebelum akhirnya diresmikan penggunaannya secara simbolis bersama perangkat desa dan pihak sekolah SD Desa Kebumen,” terangnya.

Dalam prosesnya, tim turut mempertimbangkan pengalaman kelompok KKN di desa lain yang sebelumnya membuat alat serupa namun belum berhasil meminimalisir asap pembakaran secara signifikan. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim untuk lebih cermat dalam pemilihan material dan desain ruang bakar agar fungsi utama alat, yakni mengurangi asap dan mengoptimalkan pembakaran, dapat tercapai.

Acara peresmian ditutup dengan serah terima alat kepada perangkat desa dan pihak sekolah SD Desa Kebumen serta sesi dokumentasi bersama. Tim KKN berharap program ini dapat mendorong perubahan kebiasaan warga dalam mengelola sampah rumah tangga secara lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. (MC Batang, Jateng/Romeo/Jumadi)

Editor: Jumadi
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!