HEADLINNEWS.ID – Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma melangkah di atas catwalk Jogja Fashion Week (JFW) 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (15/8/2026) malam.
Bukan sekadar hadir sebagai tamu undangan, Paramitha tampil sebagai model untuk memperagakan busana hasil kolaborasi Dekranasda Kabupaten Brebes dengan desainer Defrico Audy.
Ia mengenakan setelan bernuansa sogan yang mengangkat karakter Batik Salem. Perpaduan warna cokelat dan hitam menjadi warna dasar busana, dilengkapi bordir motif bunga berwarna merah cerah dan marun.
Sentuhan tersebut memberikan wajah baru pada Batik Salem. Karakter tradisional tetap dipertahankan, sementara permainan warna dan desain membuatnya tampil lebih modern di panggung fesyen.
Paramitha mengaku sempat gugup sebelum berjalan di atas catwalk. Namun, kesempatan membawa karya lokal Brebes ke panggung fesyen membuat rasa gugup tersebut terbayar.
“Sempat merasa deg-degan karena sudah cukup lama tidak tampil sebagai model. Tapi rasa bangga membawakan karya lokal Brebes jauh lebih besar!” ujar Paramitha seusai tampil.

Bagi Defrico Audy, kolaborasi dengan Dekranasda Kabupaten Brebes dalam mengembangkan Batik Salem bukanlah yang pertama. Ia menyebut kerja sama tersebut telah memasuki tahap kedua.
Menurut Defrico, pemilihan warna dalam busana kali ini juga memiliki makna. Warna sogan cokelat, tembaga, dan hitam digunakan sebagai warna dasar yang merepresentasikan karakter khas Brebes. Sementara aksen merah cerah dan marun ditambahkan untuk memberikan energi baru pada tampilan batik.
Ia menggambarkan pendekatan tersebut sebagai upaya menghidupkan kembali karya lokal yang sebelumnya kurang mendapat perhatian.
“Istilah kasarnya, dari sesuatu yang ‘mati suri’, kini timbul ke permukaan dengan warna-warna cerah yang penuh energi,” ungkap Defrico.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Ari Widiarso, menilai kehadiran Batik Salem dalam JFW 2026 memiliki makna lebih luas daripada sekadar penampilan di panggung fesyen.
“Batik Salem adalah simbol kreativitas dan identitas masyarakat Salem, Kabupaten Brebes, yang siap mendunia,” kata Fajar.
Fajar hadir dalam gelaran tersebut bersama Paramitha dan Ketua Dekranasda Brebes Akhmad Syaeful Ansori.
Pemerintah Kabupaten Brebes juga menyiapkan langkah lanjutan setelah JFW 2026. Dinbudpar Brebes berencana menggelar sejumlah lokakarya desain fesyen bagi para perajin lokal untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengembangkan desain dan produk berbasis potensi daerah.
Pengembangan fesyen tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat ekonomi kreatif. Fesyen sendiri merupakan salah satu dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang dikembangkan di daerah.
Dengan membawa Batik Salem ke panggung fesyen nasional, Brebes tidak hanya memperkenalkan motif dan karakter batiknya, tetapi juga mendorong transformasi produk lokal agar memiliki desain, nilai tambah, dan daya saing yang lebih luas.

