HEADLINNEWS.ID β Temanggung, Pemerintah Desa Campuranom, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, bersama Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro menyusun Masterplan Pengembangan Desa Campuranom sebagai arah pembangunan desa hingga 2034. Masterplan tersebut menempatkan pengelolaan lingkungan, pertanian berkelanjutan, teknologi, dan hilirisasi komoditas sebagai fokus utama pembangunan.
Penyusunan masterplan dilakukan melalui kajian potensi dan permasalahan desa, observasi lapangan, diskusi dengan pemerintah desa, serta kajian multidisiplin mahasiswa KKN. Dokumen tersebut menjadi pedoman pembangunan jangka panjang yang terbagi dalam lima pilar dan dilaksanakan secara bertahap mulai tahun 2027 hingga 2034.
Ketua Dosen Pembimbing Lapangan KKN, Ardy Wibowo, mengatakan bahwa masterplan ini diharapkan tidak sekadar menjadi dokumen perencanaan, tetapi menjadi arah bersama dalam menentukan prioritas pembangunan desa secara konsisten.
βPrinsip regeneratif, sirkular, dan berkelanjutan menjadi dasar agar pembangunan memberikan manfaat ekonomi, sekaligus menjaga lingkungan, memperkuat sektor pertanian, dan meningkatkan kapasitas masyarakat,β ujarnya saat diwawancarai oleh jurnalis MediaCenter Temanggung, Senin (10/8/2026) siang.
Tahap awal pembangunan pada 2027 akan difokuskan pada penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis ekonomi sirkular. Program tersebut antara lain melalui gerakan pilah sampah berinsentif berbasis digital, penyediaan komposter, mesin pemadat botol plastik di setiap RT, serta pembangunan fasilitas biogas komunal. Pada tahap awal, lebih dari 60 persen rumah tangga ditargetkan telah menerapkan pemilahan sampah.
Tahapan berikutnya diarahkan pada pengembangan pertanian regeneratif untuk memulihkan kesuburan tanah, pembangunan infrastruktur air dan konservasi lahan berbasis pemetaan spasial, serta pemanfaatan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).
Sementara itu, pada 2031β2033, pembangunan akan diarahkan pada hilirisasi komoditas unggulan, seperti kopi, cabai, dan jambu biji. Penguatan UMKM dan BUMDes, serta perluasan akses pasar menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan perekonomian masyarakat.
Ardy menambahkan, pelaksanaan masterplan membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah desa, perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai mitra pembangunan. Kolaborasi tersebut diharapkan menjaga kesinambungan program, meskipun terjadi pergantian kepemimpinan, maupun pelaksana kegiatan.
Kepala Desa Campuranom, Wirawan, berharap masterplan dapat menjadi pedoman pembangunan yang realistis dan dilaksanakan secara bertahap. Ia menargetkan Campuranom berkembang menjadi desa wisata pertanian berbasis teknologi dengan tetap menjaga kelestarian alam dan identitas desa sebagai wilayah agraris.
Target akhirnya, pada 2034, Campuranom diharapkan mampu menjadi Desa Percontohan Agroteknologi dan Eduwisata Sirkular. Upaya tersebut diperkuat dengan praktik pertanian berkelanjutan yang mulai diterapkan sebagian masyarakat, termasuk penggunaan pupuk dan pestisida berbahan nabati, sebagai fondasi untuk menjaga kesehatan tanah, keseimbangan ekosistem, dan keberlanjutan sumber daya desa. (KKN-UNDIP;Nin;Ekp)

