Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5

Ultimatum Lenis Kogoya, TPNPB-OPM Diminta Hentikan Kekerasan

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
3 Min Read

HEADLINNEWS.IDJakarta, Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan Negara Lenis Kogoya meminta TPNPB-OPM menghentikan kekerasan dan mengosongkan wilayah Wamena serta sekitarnya. Permintaan itu disampaikan kepada juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom beserta seluruh pasukannya.

Lenis menyampaikan pernyataan tersebut menyusul eskalasi politik dan tindakan kekerasan di Papua dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyoroti laporan intimidasi, penganiayaan, pembunuhan terhadap warga sipil, guru, misionaris, dan penginjil, serta pembakaran fasilitas sekolah.

“Saya sampaikan kepada seluruh pasukan TPNPB bahwa belakangan ini eskalasi kekerasan, penyesatan, hingga pembunuhan eksekusi mati antarwarga sipil, guru, misionaris, dan penginjil terus terjadi. Bahkan mama-mama disiksa dan fasilitas sekolah dibakar. Aksi-aksi ini harus segera dihentikan,” ujar Lenis dalam keterangan resminya, Senin (10/8/2026).

Lenis menetapkan tiga poin yang diminta dipatuhi TPNPB-OPM. Pertama, menghentikan penyebaran isu provokatif di media massa serta ancaman pembunuhan terhadap warga sipil dan pemerintah daerah.

Kedua, TPNPB-OPM diminta keluar dari ibu kota Wamena dan wilayah sekitarnya agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat serta persiapan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Ketiga, Lenis meminta penghentian kekerasan, pembunuhan, dan penyiksaan terhadap sesama Orang Asli Papua maupun warga sipil lainnya.

Lenis mengatakan mandat adat dari tujuh wilayah adat di Papua serta aturan konstitusi menugaskannya melindungi masyarakat sipil dan mempertahankan keutuhan NKRI. Ia menyatakan para pemilik hak ulayat dan masyarakat adat akan berkumpul untuk mengambil sikap apabila tiga poin tersebut tidak diikuti.

“Jika tiga poin ini tidak diikuti, maka para pemilik tanah wilayah adat dari tujuh wilayah adat akan berkumpul dan mendoakan agar Anda sekalian bertobat kembali kepada jalan yang benar, sesuai firman Tuhan untuk saling mengasihi,” kata Lenis.

Lenis juga menyebut perannya dalam menolak pelabelan teroris bagi OPM dengan alasan keselamatan warga sipil di perkotaan maupun pedalaman. Ia meminta TPNPB-OPM tidak mengacaukan situasi keamanan di wilayah La Pago.

Lenis mengimbau masyarakat di wilayah La Pago, Mee Pago, dan sekitarnya tetap tenang menghadapi isu keamanan yang beredar. Pemerintah bersama tokoh adat disebut menjaga situasi agar pembangunan, pelayanan publik, dan aktivitas warga dapat terus berjalan.

Data sumber menunjukkan ultimatum Lenis Kogoya berfokus pada tiga tuntutan terhadap TPNPB-OPM, yakni menghentikan ancaman dan kekerasan, meninggalkan Wamena serta sekitarnya, dan menghentikan kekerasan terhadap warga sipil. Sumber juga menyebut adanya kemungkinan masyarakat adat dari tujuh wilayah adat berkumpul apabila tuntutan tersebut tidak diikuti.

Editor: Michael Ivan
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!