HEADLINNEWS.ID – Temanggung, Guna mengasah minat dan bakat anak di bidang seni sejak usia dini, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Temanggung menggelar lomba menggambar tingkat Sekolah Dasar (SD), pada Minggu (2/8/2026) pagi. Sedikitnya, puluhan peserta yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turut ambil bagian dalam kesempatan tersebut.
Bekerjasama dengan pihak pengelola Pasar Sabda Bhumi Phala, lomba menggambar yang mengambil tema lingkungan tersebut berjalan begitu kompetitif. Hal tersebut terlihat dari hasil karya peserta yang memiliki marjin penilaian juri yang relatif beradu saing.
Ketua Komnas PA Kabupaten Temanggung, Totok Cahyo Nugroho mengungkapkan, bahwa para peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Temanggung saja, akan tetapi juga datang dari berbagai penjuru daerah lain, seperti Kabupaten Bantul, Kabupaten Magelang, Ambarawa, Kabupaten Kendal, hingga Kabupaten Sukoharjo.
Diungkapkan, ajang-ajang perlombaan di strata usia dini seperti ini merupakan salah satu wujud perlindungan terhadap tumbuh kembang anak, sesuai dengan bakat, maupun minat masing-masing.
“Ini merupakan salah satu upaya dalam menjaga bakat, maupun kreatifitas anak usia dini. Dan hasilnya, luar biasa kemampuan mereka sangat mumpuni. Meski masih berusia tingkat sekolah dasar, namun hasil karya mereka mampu membuat kami terkesima,” ungkapnya.
Menurutnya, anak merupakan aset masa depan sebuah negara yang perlu mendapatkan kesempatan dalam menuangkan ide dan kreatifitas. Termasuk di dalamnya adalah seni menggambar, serta mewarnai. Langkah ini sekaligus memiliki pesan tersirat agar anak tidak memiliki ketergantungan berlebih terhadap penggunaan gadget.
Tak hanya ajang perlombaan menggambar, dalam kesempatan itu, Komnas PA juga mengadakan seminar yang mengusung tema parenting, hingga konsultasi gratis terkait problematika seputar pola asuh anak yang diikuti oleh para orang tua peserta, maupun pengunjung Pasar Sabda Bhumi Pala.
“Perlindungan anak memiliki komplektifitas yang tinggi. Mulai dari bagaimana menjaga mental, akademik, psikologi, bakat, bahkan melindungi mereka dari berbagai perbuatan yang berpotensi melanggar hukum. Mengapa ini penting, sekali lagi, karena mereka aset masa depan bangsa,” pungkasnya. (Ifn;Ekp)

