Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5

DPRD Jateng Minta Sawah Warisan Tak Dijual, Dinilai Jadi Penopang Ketahanan Pangan

HL-News
By
HL-News
2 Min Read
Oleh: HL-News

HEADLINNEWS.IDKetua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menjual sawah warisan karena lahan pertanian merupakan aset produktif yang menjadi penopang ketahanan pangan sekaligus sumber penghidupan keluarga.

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Temu Tani bersama ratusan petani dan tokoh masyarakat di Desa Puntukrejo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

Menurut Sumanto, tren penjualan sawah warisan semakin mengkhawatirkan seiring menurunnya minat generasi muda untuk menekuni sektor pertanian. Kondisi itu dikhawatirkan akan mempercepat penyusutan lahan produktif di Jawa Tengah.

“Yang menjadi persoalan sekarang adalah regenerasi petani semakin sedikit. Banyak anak muda tidak lagi tertarik bertani. Bahkan ketika orang tua meninggalkan sawah warisan, justru dijual. Memang hasilnya besar, tetapi setelah tanah itu habis dijual, mata pencaharian mereka juga ikut hilang,” ujarnya.

Ia menegaskan, sawah tidak hanya memiliki nilai jual, tetapi juga menjadi sumber pendapatan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan apabila tetap dipertahankan dan dikelola dengan baik.

Sebagai contoh, Sumanto menyinggung pengalaman sejumlah warga yang menerima uang miliaran rupiah dari pembebasan lahan untuk proyek jalan tol.

Namun, dana tersebut banyak digunakan untuk kebutuhan konsumtif seperti membeli kendaraan maupun membangun rumah, sehingga ketika uang habis mereka tidak lagi memiliki lahan sebagai sumber penghasilan.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar mempertimbangkan secara matang sebelum melepas lahan pertanian yang masih produktif.

Di sisi lain, Sumanto menilai pemerintah juga perlu memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui modernisasi alat dan teknologi, peningkatan produktivitas, serta kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurutnya, jika bertani mampu memberikan penghasilan yang layak, minat generasi muda untuk kembali mengelola sawah akan tumbuh, sehingga keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan dapat terus terjaga.

Ia berharap kesadaran untuk mempertahankan sawah sebagai aset produktif semakin meningkat, sehingga lahan pertanian tetap menjadi penopang ekonomi masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan pangan di masa mendatang.

Editor: Dinpora Demak
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!