Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5

AMPK Ultimatum Pemerintah: Tak Ada Perbaikan, 1.500 Massa Siap Aksi di Flyover Kretek

Dedi Agustian
2 Min Read

HEADLINNEWS.IDBrebes – Kecelakaan beruntun yang kembali terjadi di Flyover Kretek, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, pada Minggu (26/7/2026), memicu desakan agar pemerintah segera membenahi keselamatan di jalur nasional tersebut. Aliansi Masyarakat Peduli Keselamatan (AMPK) Flyover Kretek memberi ultimatum kepada pemerintah dan instansi terkait untuk merealisasikan hasil kesepakatan penanganan yang telah dibahas sejak Mei 2026.

AMPK memberi tenggat hingga 6 Agustus 2026. Jika belum ada langkah nyata, mereka berencana menggelar aksi damai bertajuk “Flyover Kretek Bukan Kuburan Jalan Raya” di kawasan Flyover Kretek dengan melibatkan sekitar 1.500 peserta dari berbagai elemen masyarakat wilayah selatan Brebes.

Ketua AMPK Flyover Kretek, Dedi Anjar Priyanto, mengatakan hingga kini belum ada tindak lanjut atas hasil Rapat Terbuka bersama Satlantas Polres Brebes, pengelola jalan, dan sejumlah pemangku kepentingan di Cafe Samasta, Bumiayu, pada 26 Mei 2026.

Dalam rapat itu, kata Dedi, disepakati sejumlah langkah, mulai dari pengeprasan pohon, pembetonan bahu jalan, pemasangan CCTV, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APJ), hingga rekayasa lalu lintas. Namun, hingga kini belum ada realisasi di lapangan.

“Kami mencatat seluruh kesepakatan di ruang rapat Cafe Samasta. Jika tidak ada solusi nyata, kami siap mengerahkan sekitar 1.500 peserta untuk melakukan orasi di area Flyover Kretek,” kata Dedi kepada wartawan, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, masyarakat kini membutuhkan tindakan nyata karena kecelakaan di Flyover Kretek terus berulang. “Kami menuntut kepastian, bukan janji manis. Jangan sampai persoalan ini selesai di ruang rapat, lalu dilupakan begitu saja,” tegasnya.

AMPK juga menyampaikan enam tuntutan, yakni optimalisasi alat timbang dan penindakan kendaraan overload, evaluasi kelayakan armada angkutan barang, pemasangan CCTV di titik rawan, pembangunan guardrail dan pelebaran jalan, kajian jalur khusus kendaraan berat, serta penambahan penerangan jalan umum dari Flyover Kretek hingga jalur penyelamat.

Penasehat AMPK, Selamet Riyadi, SH, MH, mendesak seluruh instansi terkait segera merealisasikan komitmen yang telah disepakati agar kecelakaan serupa tidak terus berulang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ajakan mengikuti aksi damai telah beredar melalui sejumlah grup WhatsApp. Aksi dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 6 Agustus 2026, di kawasan Flyover Kretek, Jalan Nasional Paguyangan.

Editor: HL-News
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!