HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi ancaman kemarau yang terjadi. Selama menghadapi kemarau, seluruh pihak diminta bersiaga untuk mengantisipasi kebakaran, kekeringan, dan gangguan kesehatan yang dialami masyarakat.
Walikota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa telah memerintahkan jajaran yang bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengambil peran penanganan potensi ancaman musim kemarau.
“Saya minta seluruh pihak, dari jajaran dinas hingga tingkat RT/RW, bergerak cepat melakukan mitigasi dan pemantauan secara ketat,” kata Agustina.
Bencana dan ancaman kemarau, menurut Walikota Agustina, memerlukan kesadaran seluruh elemen masyarakat untuk siap terlibat mencegah kemungkinan yang terburuk. Pemerintah Kota Semarang mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengaktifkan kembali kegiatan siskamling di lingkungan warga.
Walikota Agustina juga menghimbau agar masyarakat mencegah terutama potensi kebakaran, dengan memperkuat pencegahan di lingkungan masing-masing.
“Saya minta masyarakat lebih waspada dan tidak melakukan tindakan berisiko seperti membakar sampah atau buang puntung rokok sembarangan. Kita juga gerakkan peronda malam untuk mengawasi area rawan titik api di lingkungan masing-masing,” kata Agustina.
Tak hanya kebakaran, di sektor kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Semarang menyiagakan seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan guna mengantisipasi lonjakan penyakit akibat cuaca ekstrem. Dinas Kesehatan Kota Semarang memperketat surveilans dan koordinasi lintas sektor untuk menekan risiko penyakit saat musim kemarau.
Selain meminta seluruh pihak mencegah ancaman kebakaran, Agustina juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan untuk terus ditingkatkan di setiap rumah bagi warga. Dengan warga diminta disiplin menjaga keselamatan lingkungan dari potensi dan kondisi yang berbahaya serta konsisten menerapkan gaya hidup sehat.
“Jaga diri dan lingkungan tetap waspada dengan kondisi saat musim kemarau. Kewaspadaan tidak hanya dari ancaman kebakaran lahan atau di tempat-tempat yang berpotensi, tetapi dimulai diri masing-masing serta di lingkungan sekitar jangan dibiarkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucap Agustina.

