HEADLINNEWS.ID – BANYUMAS – Tribun yang dipenuhi para penonton saat menyaksikan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Speed Fest yang berlangsung di GOR Satria, Purwokerto, pada Minggu (26/7) tiba-tiba roboh.
Para penonton histeris dan kepanikan terjadi saat tribun ambruk. Event tersebut dihentikan sementara, usai kejadian terjadi. Di lokasi, korban di evakuasi untuk dilarikan menuju rumah sakit terdekat.
Warga di sekitar lokasi juga panik melihat ambulance yang hilir mudik mengantarkan para korban ke rumah sakit terdekat.
Hingga kini, informasi terkait jumlah korban kejadian ambruknya tribun tersebut masih belum pasti.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, kejadian terjadi pada hari terakhir event pada Minggu (26/7) sekitar pukul 14.00. Pihak-pihak terkait sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan insiden yang terjadi.
“Sebelumnya aman-aman saja, tetapi di hari terakhir ini terjadi insiden. Saat ini, sedang dalam investigasi dari pihak panitia, vendor, dan kepolisian,” katanya.
Dari informasi sementara, ada sejumlah korban yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Menurut Bupati Banyumas tersebut, kejadian tentunya tidak diharapkan, namun terjadi di luar kendali pihak manapun. Karena itu, pihak penyelenggara memutuskan untuk menghentikan sementara event, sampai kondisinya aman.
“Tentunya tidak ada yang menginginkan kejadian terjadi. Mudah-mudahan di berbagai event berikutnya tidak terjadi lagi kejadian. Sementara ini, event kita stop sampai dengan penanganan semuanya selesai,” kata dia.
Kasus ini masih dalam penyelidikan Polresta Banyumas.
Jumlah seluruh korban, kata Bupati Banyumas, masih dilihat dan akan disampaikan jika sudah ada data lengkap secara pasti keseluruhan yang menjadi korban.
“Jumlah korban masih kita lihat. Tentunya, kami akan bertanggung jawab untuk membantu perawatan korban di rumah sakit. Jadi, korban dilarikan di tiga rumah sakit. Kita akan terus menyampaikan perkembangan korban dengan command center yang akan memperbarui informasi tentang korban supaya tidak menimbulkan penyebaran berita yang tidak benar di media sosial,” ucap Bupati Banyumas.

