Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5

AKU BUKAN PEMBENCI

Dadik
By
Dadik
2 Min Read
Oleh: Dadik

HEADLINNEWS.IDPerkembangan media sosial telah membuka ruang komunikasi tanpa batas. Kini, siapa pun dapat menyampaikan pendapatnya kapan saja, kepada siapa saja, tanpa lagi dibatasi ruang dan waktu.

Di ruang digital itu, setiap orang bebas berekspresi. Ada yang menjadi kreator konten dengan karya-karya yang menghibur, ada yang menyampaikan kritik, sindiran, bahkan kemarahan. Sebagian menyajikan kompilasi video untuk menggiring opini, sebagian lagi berbicara seolah paling mengetahui segala persoalan negeri. Tidak sedikit yang berbicara tanpa merasa perlu melakukan cek dan ricek. Yang penting cepat berbicara, cepat viral, dan cepat mendapat perhatian.

Media sosial akhirnya menjadi cermin yang memperlihatkan beragam isi kepala manusia. Ada yang tulus ingin memberi solusi, ada yang sekadar mengamati. Namun, tidak sedikit pula yang memilih menjadi penyebar prasangka, pembuat fitnah, atau pengobar kebencian. Akibatnya, ruang publik kita terasa semakin keruh. Batas antara kebenaran dan kesalahan sering kali menjadi kabur karena tertutup oleh riuhnya opini.

Inilah negeriku. Negeri yang kucintai sepanjang hayat.

Karena cinta itulah, aku memilih untuk tidak menambah keruh suasana. Kritik tetap diperlukan, tetapi harus disampaikan dengan data, akal sehat, dan hati yang jernih. Perbedaan pandangan adalah keniscayaan dalam demokrasi, namun kebencian tidak pernah menjadi jalan keluar.

Sebab pada akhirnya, sejarah tidak akan mencatat seberapa banyak kita mencaci, melainkan seberapa besar kita memberi arti bagi negeri ini.

Aku percaya, Indonesia tidak akan menjadi lebih baik karena kebencian yang dipelihara, tetapi karena cinta yang diwujudkan dalam pikiran yang jernih, ucapan yang santun, dan tindakan yang bertanggung jawab.

Karena itu, jika suatu hari aku harus memilih, aku memilih tetap mencintai negeri ini. Mengkritik bila perlu, mengingatkan bila harus, tetapi tidak kehilangan rasa hormat kepada sesama anak bangsa.

Aku bukan pembenci. Aku hanya ingin menjadi warga negara yang mencintai Indonesia dengan hati yang jernih.

Penulis adalah Wartawan Senior, Mantan Pasukan Perdamaian PBB/UNEF Middle East 1978 Garuda VIII, sebagai Veteran Perdamaian, aktif di Kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Legiun Veteran RI (DPP LVRI) dan menjadi Pemimpin Perusahaan Headlinenews.id

Editor: Michael Ivan
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!