HEADLINNEWS.ID – Semangat para peserta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Walimatchi terlihat memenuhi Stadion Sultan Fatah Demak, Sabtu (18/7/2026).
Sebanyak 73 peserta mengikuti latihan fisik intensif sebagai tahapan akhir sebelum diberangkatkan ke Jepang untuk mengikuti program magang dan kerja.
Latihan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembekalan yang telah mereka jalani selama beberapa bulan. Selain meningkatkan kebugaran, para peserta sebelumnya juga dibekali kemampuan berbahasa Jepang, pemahaman budaya kerja, kedisiplinan, serta keterampilan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan industri di Negeri Sakura.

Pelatih Fisik LPK Walimatchi, Hartono, mengatakan seluruh peserta yang mengikuti latihan merupakan hasil seleksi dan pembinaan yang dilakukan secara bertahap. Ia berharap mereka mampu menjaga kepercayaan yang telah diberikan selama menjalani program di Jepang.
“Kami berharap seluruh peserta mampu menunjukkan etos kerja yang baik, menjaga nama Indonesia, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah pengalaman dan keterampilan,” ujarnya.
Harapan serupa disampaikan Pembina LPK Walimatchi, Nasikin. Menurutnya, pengalaman bekerja di Jepang bukan hanya menjadi kesempatan meningkatkan kemampuan diri, tetapi juga sarana untuk mempelajari budaya kerja yang disiplin dan profesional.
Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama berada di Jepang nantinya dapat dibawa pulang dan menjadi bekal untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Demak, Endah Cahya Rini, mengapresiasi pemanfaatan Stadion Sultan Fatah sebagai lokasi pembinaan fisik para peserta. Menurutnya, fasilitas olahraga daerah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan atlet, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Pemanfaatan Stadion Sultan Fatah untuk latihan fisik peserta LPK Walimatchi merupakan langkah positif. Kami berharap para peserta dapat berangkat ke Jepang dengan kondisi fisik yang prima, memiliki mental yang kuat, serta mampu membawa nama baik Kabupaten Demak dan Indonesia melalui etos kerja yang disiplin dan profesional,” ujar Endah.
Salah seorang peserta mengaku bangga dapat lolos mengikuti program tersebut. Kesempatan bekerja di Jepang menjadi impian yang ingin diwujudkan, tidak hanya untuk mengembangkan kemampuan dan pengalaman kerja, tetapi juga sebagai langkah meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Program ini diharapkan dapat melahirkan sumber daya manusia yang kompeten, berdaya saing global, sekaligus menjadi duta yang membawa citra positif Kabupaten Demak dan Indonesia di dunia kerja internasional.

