HEADLINNEWS.ID – Atlet nasional cabang olahraga perahu naga asal Kabupaten Demak, Tri Wahyu Buwono atau yang akrab disapa Bawon, resmi mengakhiri kariernya sebagai atlet setelah menorehkan prestasi gemilang dengan meraih tiga medali emas SEA Games secara beruntun pada edisi 2019, 2021, dan 2023. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah mempersiapkan masa depan melalui dunia usaha sekaligus melanjutkan pengabdian di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Demak.
Selama memperkuat tim nasional Indonesia, Bawon menjadi salah satu atlet andalan di nomor perahu naga. Selain mendominasi ajang SEA Games, ia juga mencatatkan prestasi membanggakan pada Asian Games Hangzhou 2023 dengan mempersembahkan satu medali emas nomor 1.000 meter, satu medali perak nomor 500 meter, dan satu medali perunggu nomor 200 meter.
Keputusan pensiun di usia yang masih produktif bukan tanpa pertimbangan. Bawon memilih mengakhiri karier saat berada di puncak prestasi agar memiliki kesempatan membangun kehidupan setelah menjadi atlet. Bonus dan tabungan hasil berbagai kejuaraan diinvestasikannya untuk mengembangkan usaha rumah kos yang dinilai memiliki prospek jangka panjang.
“Saya memilih bisnis kos-kosan karena merupakan investasi jangka panjang yang relatif stabil. Kebutuhan tempat tinggal akan selalu ada, sehingga saya berharap memiliki penghasilan tetap meski sudah tidak lagi menjadi atlet,” ujar Bawon.

Selain mengembangkan usaha, Bawon kini juga mengabdikan diri sebagai staf di Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Demak. Menurutnya, pensiun sebagai atlet bukan berarti berhenti memberikan kontribusi bagi dunia olahraga. Pengalaman selama menjadi atlet nasional ingin ia bagikan kepada generasi muda agar semakin banyak atlet berprestasi lahir dari Kabupaten Demak.
“Mengharumkan nama Indonesia adalah kebanggaan yang tidak ternilai. Sekarang saya ingin melanjutkan pengabdian melalui pekerjaan di Dinpora dan berbagi pengalaman kepada generasi atlet berikutnya,” tuturnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Demak, Endah Cahya Rini, mengapresiasi perjalanan karier sekaligus keputusan yang diambil Tri Wahyu Buwono. Menurutnya, Bawon merupakan contoh nyata bahwa seorang atlet tidak hanya dituntut berprestasi di arena pertandingan, tetapi juga mampu merencanakan masa depan dengan baik setelah pensiun.
“Prestasi yang diraih Mas Tri Wahyu Buwono telah mengharumkan nama Kabupaten Demak, Jawa Tengah, bahkan Indonesia di tingkat internasional. Kami sangat mengapresiasi dedikasi dan perjuangannya selama menjadi atlet nasional. Keputusan beliau untuk mempersiapkan masa depan melalui dunia usaha sekaligus tetap mengabdi di Dinpora merupakan teladan yang baik bagi atlet-atlet muda. Kami berharap pengalaman dan semangat beliau dapat menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi generasi penerus untuk terus berprestasi dan mempersiapkan masa depan sejak dini,” ujar Endah Cahya Rini.
Kisah Tri Wahyu Buwono menunjukkan bahwa keberhasilan seorang atlet tidak berhenti ketika masa kompetisi berakhir. Berbekal prestasi internasional, perencanaan keuangan yang matang, serta komitmen untuk terus mengabdi melalui pembinaan olahraga, Bawon membuktikan bahwa menjadi juara bukan hanya tentang meraih medali, tetapi juga membangun masa depan dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta dunia olahraga Indonesia.

