Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5

Bidik Wisatawan Lewat Narasi Kredibel, Jagong Sejarah Jadi Senjata Baru Pariwisata Demak

Dinparta Demak
3 Min Read

HEADLINNEWS.IDUpaya memperkuat citra Kabupaten Demak sebagai destinasi wisata religi terus dilakukan, salah satunya melalui penyajian narasi sejarah yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal itu menjadi fokus dalam kegiatan Jagong Sejarah yang digelar di Pendopo Notobratan, Demak, Minggu (19/7/2026).

Sekitar 200 peserta mengikuti forum tersebut, mulai dari Masyarakat Pemerhati Sejarah Demak (MPSD), keluarga ahli waris Sunan Kalijaga, tamu undangan, hingga mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) yang bertugas di Kadilangu.

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk mengkaji berbagai versi sejarah, khususnya mengenai asal-usul dan perjalanan hidup Sunan Kalijaga, yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Endah Cahya Rini, menegaskan bahwa penyampaian sejarah kepada publik harus berlandaskan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, narasi sejarah yang kredibel menjadi fondasi penting, tidak hanya untuk edukasi masyarakat, tetapi juga dalam membangun daya tarik wisata berbasis budaya dan religi.

“Sejarah yang disampaikan kepada masyarakat harus berdasarkan kebenaran. Kisah-kisah sejarah juga perlu dikemas dengan metode yang menarik agar melekat di hati generasi muda,” ujarnya.

Endah berharap forum seperti Jagong Sejarah dapat menjadi rujukan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi sejarah yang valid. Di sisi lain, penyajian sejarah yang menarik juga diyakini mampu memperkaya pengalaman wisatawan saat berkunjung ke berbagai situs bersejarah di Kabupaten Demak.

Senada dengan itu, Ketua Masyarakat Pemerhati Sejarah Demak (MPSD), Nur Qoshim, menilai masih banyak narasi sejarah yang mengalami distorsi akibat pengaruh kolonialisme. Menurutnya, sejumlah penulis babad pada masa lalu menghadirkan kisah yang tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta sejarah.

“Kami merasa perlu meluruskan sejarah agar masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih utuh berdasarkan kajian yang dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Salah satu pokok pembahasan dalam Jagong Sejarah adalah mengklarifikasi berbagai versi mengenai asal-usul Sunan Kalijaga, mulai dari anggapan bahwa beliau berasal dari Arab, keturunan Tionghoa, hingga cerita yang menyebut pernah menjadi perampok.

Seluruh pandangan tersebut dibahas melalui pendekatan kajian sejarah untuk memperoleh pemahaman yang lebih utuh dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Yayasan Sunan Kalijaga, Ketua MPSD Nur Qoshim, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak Isman, serta narasumber AKA Hasan.

Melalui forum semacam ini, Pemerintah Kabupaten Demak berharap kekayaan sejarah daerah dapat disajikan secara lebih kredibel, sehingga semakin memperkuat posisi Demak sebagai destinasi wisata religi dan budaya yang memiliki nilai edukatif.

Editor: HL-News
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!