HEADLINNEWS.ID – Beberapa jam sebelum final Piala Dunia 2026 dimulai, Lionel Messi menyampaikan sebuah pesan yang menyentuh kepada seluruh skuad Argentina. Sang kapten mengajak rekan-rekannya menikmati momen yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun sekaligus memberikan yang terbaik di partai puncak.
Melalui akun media sosialnya, Messi menegaskan bahwa keberhasilan Argentina mencapai final bukanlah hasil yang datang secara instan. Menurutnya, perjalanan menuju laga perebutan gelar dibangun melalui kerja keras, kebersamaan, serta kemampuan tim untuk bangkit dari berbagai tantangan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain, jajaran pelatih, staf, dan semua pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026. Di akhir pesannya, peraih delapan Ballon d’Or itu menutup dengan seruan penuh semangat, “Vamos Argentina!”
Namun harapan tersebut tak berakhir sesuai impian.
Pada laga final yang berlangsung di New Jersey, Senin (20/7/2026) WIB, Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor tipis 0-1. Ferran Torres menjadi penentu kemenangan La Furia Roja lewat golnya pada babak perpanjangan waktu.
Sepanjang pertandingan, Messi kesulitan menunjukkan pengaruh besarnya di lapangan. Pertahanan Spanyol mampu membatasi ruang geraknya sehingga Argentina tidak leluasa membangun serangan.

Usai peluit panjang berbunyi, ekspresi Messi menjadi sorotan. Kapten Argentina itu sempat terduduk di lapangan dengan tatapan kosong sebelum mengikuti prosesi penyerahan medali.
Momen paling emosional terjadi ketika Messi tak mampu membendung air mata. Wajah yang empat tahun lalu dipenuhi kebahagiaan saat mengangkat trofi Piala Dunia kini berubah menjadi simbol kekecewaan setelah gagal membawa Argentina kembali menjadi juara.
Final Piala Dunia 2026 juga diyakini menjadi penampilan terakhir Messi di ajang terbesar sepak bola dunia bersama tim nasional. Karena itu, kekalahan tersebut terasa begitu emosional, baik bagi sang pemain maupun jutaan pendukung Argentina yang berharap kisah karier internasionalnya berakhir dengan gelar.
Meski gagal menutup perjalanan dengan trofi, kontribusi Messi sepanjang turnamen tetap menjadi bagian penting dari laju Argentina hingga mencapai partai final. Ia kembali menunjukkan perannya sebagai pemimpin di dalam maupun luar lapangan dan meninggalkan warisan besar bagi sepak bola Argentina.

