Advertisement
Iklan dapat dilewati dalam 5

Catatan Piala Dunia 2026: Mengapa Saya Memilih Argentina?

Sudadi
By
Sudadi
Sudadi, yang akrab disapa Dadik, adalah wartawan senior, veteran Pasukan Perdamaian PBB Kontingen Garuda VIII/UNEF yang bertugas di Sinai, Timur Tengah, pada 1978–1979, serta veteran perdamaian....
3 Min Read
Oleh: Sudadi

HEADLINNEWS.IDKarena Final Bukan Sekadar Soal Siapa Bermain Lebih Indah
Menjelang final Piala Dunia 2026, banyak pengamat menempatkan Spanyol sebagai favorit.

Sulit membantahnya. La Roja tampil nyaris sempurna sepanjang turnamen. Penguasaan bola yang rapi, organisasi permainan yang matang, serta disiplin taktik menjadikan mereka tim yang paling konsisten di Amerika Utara.

Namun, final Piala Dunia sering kali tidak dimenangkan oleh tim yang bermain paling indah.

Final adalah panggung yang menuntut ketenangan ketika tekanan mencapai titik tertinggi. Di sinilah Argentina memiliki sesuatu yang sulit diukur dengan statistik: mental juara.

Tim Albiceleste menempuh jalan yang lebih terjal menuju partai puncak. Mereka dipaksa bekerja keras, melewati laga-laga yang menguras emosi, tetapi selalu menemukan cara untuk bertahan dan menang.

Pengalaman seperti itulah yang kerap menjadi modal paling berharga dalam sebuah final.
Argentina juga memiliki kemewahan yang tidak dimiliki banyak tim: pemain-pemain yang terbiasa hidup di bawah sorotan.

Mereka memahami bahwa final bukan pertandingan untuk memamerkan dominasi, melainkan tentang memanfaatkan satu peluang yang muncul dan menjadikannya penentu sejarah.

Di sisi lain, Spanyol kemungkinan akan lebih banyak menguasai bola. Mereka akan mengendalikan ritme, mengatur tempo, dan berusaha memaksa Argentina bermain mengikuti skenario mereka.

Namun sepak bola telah berulang kali mengajarkan bahwa penguasaan bola tidak selalu berbanding lurus dengan kemenangan.
Final sering diputuskan oleh satu kesalahan kecil, satu transisi cepat, atau satu momen jenius yang lahir dari kaki pemain istimewa.
Dan Argentina memiliki pemain-pemain yang mampu menciptakan momen itu.
Itulah sebabnya, meski Spanyol layak menyandang status favorit, pilihan saya tetap jatuh kepada Argentina.

Bukan karena romantisme sejarah, bukan pula karena besarnya nama yang mereka miliki, melainkan karena mereka memperlihatkan kualitas yang paling dibutuhkan dalam laga sebesar final

Piala Dunia: ketahanan mental, efisiensi, dan kemampuan memenangkan pertandingan ketika margin kesalahan nyaris tidak ada.

> Prediksi saya: Argentina menang 2-1.

Karena pada akhirnya, Piala Dunia bukan selalu dimenangkan oleh tim yang paling indah bermain, melainkan oleh tim yang paling siap menaklukkan tekanan.

Sudadi, yang akrab disapa Dadik, adalah wartawan senior, veteran Pasukan Perdamaian PBB Kontingen Garuda VIII/UNEF yang bertugas di Sinai, Timur Tengah, pada 1978–1979, serta veteran perdamaian. Saat ini, ia juga menjabat sebagai Pengurus Pusat LVRI dan Pemimpin Perusahaan Headlinenews.id.

Editor: HL-News
Share This Article
Follow:
Sudadi, yang akrab disapa Dadik, adalah wartawan senior, veteran Pasukan Perdamaian PBB Kontingen Garuda VIII/UNEF yang bertugas di Sinai, Timur Tengah, pada 1978–1979, serta veteran perdamaian. Saat ini, ia juga menjabat sebagai Pengurus Pusat LVRI dan Pemimpin Perusahaan Headlinenews.id.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!