MPLS SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo Diikuti 576 Siswa Baru, Ditekankan Sekolah Ramah Anak dan Pembentukan Karakter

Achmad Luthfi Khakim
By
Achmad Luthfi Khakim
Achmad Luthfi Khakim
Achmad Luthfi Khakim adalah pengusaha, pegiat teknologi, dan jurnalis asal Pituruh, Kabupaten Purworejo. Ia merupakan pendiri Pituruh News dan pemilik LC Computer yang bergerak di bidang...
- Achmad Luthfi Khakim
5 Min Read

HEADLINNEWS.IDPURWOREJO – SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo mengawali Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diikuti 576 siswa baru. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini mengusung tema “Sekolah Ramah, Belajar Seru, dan Berkarakter Kuat”, sejalan dengan tagline sekolah “Sekolah Hebat Berkarakter Kuat.”

Pembukaan MPLS pada Senin (13/7/2026) dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno. Hadir pula jajaran guru, tenaga kependidikan, orang tua siswa, serta unsur TNI dan Polri yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan.

Ketua Panitia MPLS, Wahyuni, mengatakan bahwa penyelenggaraan MPLS tahun ini mengedepankan pendekatan yang lebih humanis sesuai kebijakan Kementerian Pendidikan. Seluruh kegiatan dirancang agar siswa baru dapat mengenal lingkungan sekolah tanpa adanya praktik perpeloncoan maupun aktivitas yang memberatkan.

“Kami ingin memberikan pengalaman pertama yang menyenangkan bagi peserta didik. MPLS bukan hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan budaya positif, kedisiplinan, dan karakter sejak hari pertama mereka menjadi bagian dari keluarga besar SMK Sawunggalih Kutoarjo,” ujarnya.

Selama lima hari, siswa mengikuti kegiatan mulai pukul 06.45 WIB hingga 15.15 WIB atau sama dengan jam belajar reguler. Mereka dikenalkan dengan budaya sekolah, tata tertib, fasilitas pembelajaran, program keahlian, organisasi siswa, hingga berbagai aktivitas yang akan dijalani selama menempuh pendidikan.

Untuk memperkaya materi, sekolah menghadirkan sejumlah narasumber dari luar, di antaranya Polres Purworejo, Satlantas yang memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas dan safety riding, pegiat media yang membahas literasi digital, serta BKKBN yang memberikan pembekalan mengenai kesehatan remaja dan pembangunan karakter.

Tahun ini, SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo menerima 576 siswa baru yang terbagi dalam enam konsentrasi keahlian, yaitu Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB), Bisnis Digital (BD), Desain Produksi Busana (DPB), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta Teknik Sepeda Motor (TSM).

Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari 782 pendaftar. Artinya, sekitar 200 calon siswa belum dapat diterima karena keterbatasan daya tampung sekolah.

Menurut Wahyuni, tingginya minat masyarakat menjadi bukti meningkatnya kepercayaan terhadap kualitas pendidikan di SMK YPE Sawunggalih. Meski demikian, sekolah tetap mempertahankan jumlah peserta didik sesuai kapasitas agar proses pembelajaran berlangsung optimal.

Ia menjelaskan bahwa seluruh jurusan memiliki peluang dan kualitas yang sama untuk berkembang. Namun, dari sisi jumlah peminat, Teknik Sepeda Motor (TSM) masih menjadi program keahlian yang paling diminati. Bahkan, kuota jurusan tersebut telah terpenuhi sebelum Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) sekolah negeri dimulai.

“Kami tidak membedakan jurusan unggulan. Semua konsentrasi keahlian kami dorong agar terus berkembang sesuai kebutuhan dunia industri. Harapan kami, seluruh lulusan memiliki kompetensi yang mampu bersaing di dunia kerja,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, mengapresiasi konsep MPLS yang diterapkan SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membangun motivasi belajar dan memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja kepada para siswa.

Ia menyebut SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo menjadi salah satu SMK swasta dengan jumlah peminat terbanyak di Kabupaten Purworejo. Kendati demikian, sekolah tetap mengutamakan mutu pendidikan dengan membatasi jumlah siswa yang diterima.

“Ini menunjukkan bahwa kualitas lebih diutamakan daripada kuantitas. Sekolah menjaga ekosistem belajar agar tetap kondusif sehingga layanan pendidikan dapat diberikan secara maksimal kepada seluruh peserta didik,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan deklarasi bersama anti-narkoba, anti-tawuran, dan anti-bullying yang melibatkan pihak sekolah, Polsek, Koramil, guru, serta orang tua siswa sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.

Yudhie berharap para siswa mampu memanfaatkan kesempatan belajar di SMK YPE Sawunggalih Kutoarjo untuk mengembangkan potensi diri, baik dalam bidang akademik maupun keterampilan vokasi.

“SMK memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing. Lulusan diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu berwirausaha sehingga ikut berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan pengurangan angka kemiskinan di Kabupaten Purworejo,” tandasnya.

Editor: Achmad Luthfi Khakim
Share This Article
Achmad Luthfi Khakim
Follow:
Achmad Luthfi Khakim adalah pengusaha, pegiat teknologi, dan jurnalis asal Pituruh, Kabupaten Purworejo. Ia merupakan pendiri Pituruh News dan pemilik LC Computer yang bergerak di bidang teknologi dan kebutuhan perkantoran. Selain mengembangkan usaha, Luthfi aktif dalam jurnalistik, produksi konten, dan kegiatan sosial. Ia dikenal sebagai sosok yang terus berkarya dan mendorong pemanfaatan teknologi secara positif bagi masyarakat.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!