Jakarta Fair 2026 Catat 8,2 Juta Pengunjung, Transaksi Tembus Rp8 Triliun

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
4 Min Read

HEADLINNEWS.IDJakarta Fair 2026 resmi ditutup oleh Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno di Kemayoran, Jakarta, Minggu (12/7). Penyelenggaraan tahun ini mencatat kenaikan jumlah pengunjung sebesar 12 persen dibanding tahun sebelumnya dengan total hampir 8,2 juta pengunjung serta nilai transaksi melampaui Rp8 triliun.

Menurut Rano, peningkatan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat Jakarta masih berada dalam kondisi yang baik. Ia menilai Jakarta Fair menjadi wadah yang mempertemukan pelaku usaha dan konsumen sehingga mampu mencerminkan geliat perekonomian.

“Jakarta Fair ini menghasilkan jumlah pengunjung melebihi dari tahun lalu. Ada peningkatan 12 persen, hampir 8,2 juta yang berkunjung. Begitu juga bisa menghasilkan di atas Rp 8 triliun,” kata Rano usai menutup Jakarta Fair Kemayoran 2026 di Kemayoran, Jakarta, Minggu (12/7).

Rano mengatakan capaian tersebut mengindikasikan ketahanan ekonomi Jakarta di tengah situasi ekonomi saat ini. Menurutnya, keberadaan UMKM, pelaku usaha kecil, serta berbagai program potongan harga yang diberikan penyelenggara turut mendorong tingginya aktivitas transaksi selama pameran berlangsung.

“Ini mengindikasikan bahwa kekuatan ekonomi Jakarta masih cukup survive di dalam situasi ekonomi seperti ini. Karena di sini berkumpulnya UMKM, pengusaha-pengusaha kecil, dan penyelenggara juga banyak memberikan kemudahan dengan diskon-diskonnya,” ujarnya.

Ia menambahkan Jakarta Fair bukan hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga menggambarkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, UMKM, industri kreatif, dan masyarakat dalam menggerakkan roda perekonomian.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Jakarta Fair diikuti lebih dari 1.800 stan, lebih dari 2.000 peserta, serta ratusan pelaku UMKM dan industri dari berbagai daerah. Rano menyebut kegiatan tersebut kembali menjadi etalase produk unggulan nasional sekaligus membuka peluang usaha, investasi, dan kreativitas.

Untuk penyelenggaraan berikutnya, Rano berharap Jakarta Fair dapat digelar dengan skala yang lebih besar karena bertepatan dengan peringatan 500 tahun Kota Jakarta.

“Mudah-mudahan tahun depan dalam rangka Jakarta 500 tahun atau lima abad, Jakarta Fair harus lebih besar daripada tahun ini,” kata Rano.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjut Rano, akan membahas secara khusus persiapan Jakarta Fair tahun depan. Ia juga menyampaikan akan ada gedung baru di kawasan JIExpo yang diperkirakan selesai pada Agustus dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan berskala nasional.

Menanggapi kemungkinan target pengunjung meningkat hingga dua kali lipat, Rano mengatakan pencapaian tersebut bergantung pada durasi penyelenggaraan. Menurutnya, penambahan masa penyelenggaraan menjadi sekitar satu setengah bulan berpotensi meningkatkan jumlah pengunjung.

“Kalau misal ditambah menjadi satu setengah bulan, pasti target lebih. Tapi artinya keterbatasan waktu itu juga menjadi pengaruh. Dengan peningkatan jumlah pengunjung dan jumlah pendapatan di atas target itu sudah luar biasa sebetulnya,” ujar Rano.

Peningkatan jumlah pengunjung sebesar 12 persen, total hampir 8,2 juta orang, serta nilai transaksi yang melampaui Rp8 triliun menunjukkan Jakarta Fair 2026 tetap menjadi ajang yang mampu mendorong aktivitas perdagangan. Data yang disampaikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menjadi dasar rencana evaluasi dan pembahasan penyelenggaraan Jakarta Fair 2027, yang bertepatan dengan peringatan 500 tahun Kota Jakarta, termasuk pemanfaatan gedung baru di kawasan JIExpo untuk mendukung kegiatan berskala nasional.

Editor: Michael Ivan
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!