HEADLINNEWS.ID – Jakarta, Jampidsus Febrie Adriansyah secara resmi hanya melaporkan harta kekayaan sebesar Rp 18,26 milar kepada negara tanpa catatan utang. Namun, penelusuran penyidik Polri membongkar dugaan kendali sang jaksa atas kerajaan bisnis dan properti bernilai puluhan miliar rupiah yang disembunyikan lewat nama pihak ketiga.
Data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per akhir 2024 mencatat aset Febrie hanya sebatas tiga kendaraan bermotor dan sejumlah bidang tanah. Realitas di lapangan menunjukkan bukti yang jauh berbeda. Kediaman utamanya di Jalan Radio I, Kebayoran Baru memiliki nilai pasar mencapai Rp 32 miliar dan berfasilitas lift serta brankas tersembunyi. Deretan kekayaan ini juga mencakup dugaan kepemilikan restoran Prancis mewah, pusat penukaran uang, hingga entitas perdagangan batu bara bernama PT Hutama Indo Tara.
Seluruh entitas usaha bernilai puluhan miliar tersebut tidak terdaftar atas nama pribadinya. Pengelolaannya diserahkan kepada kerabat serta empat perantara utama dari jaringan alumni Universitas Jambi yang menjadi lingkaran dekat sang pejabat. Kelompok aktivis antikorupsi sebelumnya telah memprotes keras gaya hidup sang jaksa yang kerap menumpangi kendaraan mewah di luar daftar inventaris resmi, serta mendesak pemeriksaan gaya hidup tersebut sejak Maret 2025.
Penggunaan jejaring alumni universitas sebagai proksi bisnis menunjukkan adanya struktur birokrasi bayangan yang terorganisasi secara rapi. Modus pengalihan nama kepemilikan aset ini dirancang khusus untuk mengelabui sistem pengawasan harta pejabat negara dari deteksi administratif. Jika aliran dana dari puluhan perusahaan proksi tersebut terbukti bermuara pada kepentingan pribadinya, skema perlindungan aset ini justru menjadi bumerang hukum terberat bagi karier penegakan hukumnya.
Respons Komisi Pemberantasan Korupsi kini menjadi sorotan utama karena lembaga antirasuah tersebut telah memegang laporan dugaan pencucian uang sejak tahun sebelumnya. Tindak lanjut pengusutan dokumen kepemilikan properti dan perusahaan ini sangat dinantikan publik.

