HEADLINNEWS.ID – Mufli Budi Ananda, yang dikenal publik sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad, resmi menjabat Komisaris PT Krakatau Posco. Pengangkatan tersebut memicu perhatian publik karena latar belakang Mufli sebelumnya lebih banyak dikenal di dunia hiburan dan aktivitas pendampingan bisnis.
Berdasarkan susunan manajemen terbaru yang tercantum di laman resmi PT Krakatau Posco, Mufli menduduki posisi Komisaris bersama Bambang Sudono Sastroprawiro yang menjabat Komisaris Utama. Posisi Presiden Direktur perusahaan masih dipegang oleh Kim Young-Joong.
Penunjukan Mufli menjadi sorotan warganet karena mempertanyakan kesesuaian pengalaman dan latar belakang pendidikan dengan industri baja yang menjadi bisnis utama Krakatau Posco.
Data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) mencatat Mufli Budi Ananda merupakan lulusan Diploma III Teknik Listrik dari Politeknik Bunda Kandung pada 2014. Ia kemudian tercatat melanjutkan studi Sarjana Teknik Industri di Institut Sains dan Teknologi Nasional, namun status akademiknya tercatat mengundurkan diri pada tahun akademik 2018/2019.
Sebelum masuk jajaran komisaris perusahaan baja, Mufli dikenal sebagai sosok yang mendampingi aktivitas harian Raffi Ahmad, mulai dari pengaturan agenda hingga kebutuhan operasional. Namanya juga belakangan muncul dalam sejumlah aktivitas yang berkaitan dengan lingkaran politik nasional.
Dalam struktur perusahaan, komisaris memiliki fungsi pengawasan terhadap kebijakan direksi, mengevaluasi kinerja manajemen, serta memberikan masukan strategis terkait arah perusahaan dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).
PT Krakatau Posco merupakan perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan POSCO. Perusahaan tersebut mengoperasikan fasilitas produksi baja terpadu di Cilegon, Banten.
Hingga Senin (29/06/2026) pukul 10.30 WIB, PT Krakatau Posco maupun Mufli Budi Ananda belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan penunjukan tersebut. Penjelasan dari perusahaan terkait pertimbangan pengangkatan masih dinantikan.
Pengangkatan Mufli Budi Ananda ke posisi komisaris menempatkan isu kompetensi dan transparansi tata kelola sebagai perhatian publik. Posisi komisaris pada perusahaan industri strategis membutuhkan kemampuan pengawasan bisnis, pemahaman risiko industri, serta pengalaman dalam tata kelola korporasi.
Di sisi lain, penunjukan komisaris merupakan kewenangan pemegang saham sesuai aturan perusahaan. Penilaian publik akan banyak bergantung pada keterbukaan alasan pengangkatan, rekam jejak profesional, serta kontribusi yang dapat diberikan selama menjabat.
Pada perusahaan strategis seperti Krakatau Posco, transparansi mengenai profil, kompetensi, dan target kerja komisaris menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan pemegang saham, mitra bisnis, dan publik.

