Tegas Tolak Proyek Panas Bumi di Gunung Ungaran, Aliansi Masyarakat Ungaran Ingin Pemerintah Tidak Lanjutkan Proses Pengeboran

Dicky Aditya
2 Min Read
Warga Kabupaten Semarang menolak tegas rencana pemerintah yang akan melakukan pengembangan panas bumi untuk sumber energi listrik di Gunung Ungaran dan meminta wacana tersebut dibatalkan

HEADLINNEWS.ID – SEMARANG – Aliansi masyarakat Kabupaten Semarang menolak rencana pengembangan pemanfaatan panas bumi di Gunung Ungaran untuk sumber energi listrik. Penolakan tidak hanya ada kekhawatiran terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya, tetapi ke depannya juga dinilai akan merugikan masyarakat serta mengancam keberlangsungan cagar budaya yang ada di kawasan Gunung Ungaran.

Ketua Aliansi Penyelamat Gunung Ungaran Havid Sungkar mengatakan bahwa tidak ingin kelestarian alam yang selama ini terjaga akan terganggu dengan adanya geothermal atau energi listrik dari panas bumi yang dikembangkan pemerintah.

“Kami masyarakat di sekitar Gunung Ungaran menolak keras rencana pemerintah untuk melakukan pengeboran. Kita tidak ingin prosesnya dilanjutkan dan mungkin dapat mencari lokasi lainnya jangan di Gunung Ungaran,” ucap Havid.

Wilayah yang diambil sumbernya, menurut Havid, kondisinya sejak dulu menyimpan lingkungan yang asri dan alami. Karena itu, tidak mungkin warga mengizinkan pengambilan panas bumi yang justru hanya akan berpotensi merusak.

Mewakil aspirasi masyarakat Kabupaten Semarang dan yang tinggal di sekitar Gunung Ungaran, Havid menegaskan penolakan warga bukan tanpa alasan, tetapi semata-mata untuk melindungi keaslian Gunung Ungaran, kekayaan alam, serta keanekaragaman budaya dan warisan cagar budaya.

“Selama ini, tersimpan beragam kekayaan budaya dan sejarah yang ada di wilayah Gunung Ungaran. Tidak mungkin, kami memperbolehkan siapapun untuk merusak tatanan kehidupan masyarakat yang selalu dipertahankan keberadaanya, dan kondisi lingkungan yang asri dan terawat akan rusak atas kepentingan yang tidak bertanggung jawab,” ucap Havid.

Editor: Dicky Aditya
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!