Geger Karnaval di Pekalongan, Kostum Menyeramkan hingga Ritual Satanic Tuai Sorotan!

Hanifah Sahhan
1 Min Read
@headlinnews.id

Ajang Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Kamis (10/9/2026) malam, menjadi kontroversi besar. Perayaan yang diniatkan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus ajang khitanan massal, berbuah kecaman. Pasalnya, karnaval yang diikuti 25 tim kreasi tersebut mendadak viral di media sosial lantaran menyuguhkan visual serta pertunjukan ekstrem yang dianggap menyerupai ritual pemuja setan. Gelombang kontroversi bermula tatkala rekaman video penampilan salah satu kelompok peserta yang alih-alih menghadirkan nuansa religius Islam, justru membuat panggung jalanan tersebut dipenuhi ornamen gelap yang lekat dengan simbol okultisme. Penonton disuguhi pertunjukan teatrikal yang menampilkan altar berornamen menyerupai Sigil of Baphomet, lengkap dengan simbol pentagram terbalik, aksara Ibrani, serta penggunaan kostum-kostum bernuansa mencekam. Puncak adegan yang memicu istighfar berjemaah adalah aksi penyembelihan kambing di atas altar berlilin. Dalam adegan tersebut, seekor kambing sungguhan disembelih oleh peserta di tengah karnaval. Berdasarkan informasi yang dihimpun, proses penyembelihan eksekusi lapangan tersebut dilakukan tanpa sampai memutus bagian kepala hewan. Namun, peserta kemudian mengangkat potongan kepala kambing yang tampak bersimbah darah ke hadapan publik. Potongan kepala kambing berdarah yang dipamerkan dalam atraksi tersebut diketahui dibeli terpisah dari pasar dan terkena cipratan darah dari penyembelihan sebelumnya untuk memperkuat kesan menyeramkan. HEADLINNEWS.ID #Indonesia #fypシ゚viralシfypシ゚ #news #hits

♬ suara asli – HEADLINNEWS.ID – HEADLINNEWS.ID

Ajang Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Kamis (10/9/2026) malam, menjadi kontroversi besar. Perayaan yang diniatkan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus ajang khitanan massal, berbuah kecaman. Pasalnya, karnaval yang diikuti 25 tim kreasi tersebut mendadak viral di media sosial lantaran menyuguhkan visual serta pertunjukan ekstrem yang dianggap menyerupai ritual pemuja setan.

Gelombang kontroversi bermula tatkala rekaman video penampilan salah satu kelompok peserta yang alih-alih menghadirkan nuansa religius Islam, justru membuat panggung jalanan tersebut dipenuhi ornamen gelap yang lekat dengan simbol okultisme. Penonton disuguhi pertunjukan teatrikal yang menampilkan altar berornamen menyerupai Sigil of Baphomet, lengkap dengan simbol pentagram terbalik, aksara Ibrani, serta penggunaan kostum-kostum bernuansa mencekam. Puncak adegan yang memicu istighfar berjemaah adalah aksi penyembelihan kambing di atas altar berlilin.

Dalam adegan tersebut, seekor kambing sungguhan disembelih oleh peserta di tengah karnaval. Berdasarkan informasi yang dihimpun, proses penyembelihan eksekusi lapangan tersebut dilakukan tanpa sampai memutus bagian kepala hewan. Namun, peserta kemudian mengangkat potongan kepala kambing yang tampak bersimbah darah ke hadapan publik. Potongan kepala kambing berdarah yang dipamerkan dalam atraksi tersebut diketahui dibeli terpisah dari pasar dan terkena cipratan darah dari penyembelihan sebelumnya untuk memperkuat kesan menyeramkan.

 

Editor: HL-News
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!