Shintya Sandra Kusuma Puji Ekspor Bawang Merah Brebes, Dorong Petani Naik Kelas

Dedi Agustian
3 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Brebes –Β  Anggota DPR RI Daerah Pemilihan IX Jawa Tengah, Shintya Sandra Kusuma, memuji capaian ekspor bawang merah yang dilepas dari gudang bawang di Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Sabtu, 12 September 2026.

Shintya menilai ekspor tersebut menunjukkan bahwa hasil pertanian Brebes memiliki kualitas dan daya saing yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, tetapi juga menembus pasar internasional.

β€œEkspor bawang merah ini merupakan bukti nyata bahwa produksi petani di Brebes tidak hanya mampu menopang kebutuhan nasional, tetapi juga berdaya saing global,” kata Shintya saat mendampingi Menteri Pangan Zulkifli Hasan dalam pelepasan ekspor.

Menurut Shintya, capaian ekspor harus diikuti dengan kebijakan yang memberikan manfaat langsung bagi petani. Ia menyebut peningkatan harga jual di tingkat petani, kepastian ketersediaan bibit dan pupuk subsidi, serta penguatan infrastruktur pertanian sebagai sejumlah hal yang perlu terus dikawal.

β€œKe depan, DPR RI, khususnya dari Dapil IX Jawa Tengah, akan terus mengawal agar kebijakan ekspor ini benar-benar berdampak langsung pada peningkatan harga jual di tingkat petani, menjamin ketersediaan bibit dan pupuk subsidi, serta memperkuat infrastruktur pertanian di Brebes dan sekitarnya,” ujar dia.

Shintya mengatakan keberhasilan ekspor semestinya menjadi momentum untuk memperkuat posisi petani Brebes dalam rantai pasok pangan nasional. Menurut dia, peningkatan produksi perlu berjalan beriringan dengan kepastian pasar dan perlindungan terhadap kepentingan petani.

Menteri Pangan Zulkifli Hasan sebelumnya memastikan ekspor komoditas pangan dilakukan setelah kebutuhan dan stok dalam negeri dinilai aman. Selain bawang merah dan beras, pemerintah menyatakan sejumlah komoditas lain, seperti jagung, cabai, telur, dan daging ayam, telah memenuhi kriteria swasembada.

Pemerintah tetap menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap ketersediaan dan harga pangan. Kebijakan itu antara lain penyaluran bantuan beras sebanyak 1 juta ton, operasi pasar beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), intervensi harga beras untuk kebutuhan industri olahan tepung, serta subsidi jagung untuk pakan ternak.

Bagi Shintya, kebijakan ekspor dan pengamanan stok dalam negeri perlu berjalan beriringan. Ia menilai keberhasilan menjaga ketahanan pangan tidak cukup hanya diukur dari kemampuan negara memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga dari sejauh mana petani memperoleh nilai ekonomi yang layak dari hasil produksinya.

Editor: Dedi Agustian
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!