HEADLINNEWS.ID – Sulawesi Selatan, Kekeringan di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, berdampak pada 2.292 jiwa atau 724 kepala keluarga akibat berkurangnya debit sumber air bersih. Hingga Kamis (10/9), sebanyak 84.000 liter air bersih telah didistribusikan ke wilayah terdampak.
Kekeringan melanda Wajo pada Kamis (10/9) pukul 15.00 WITA dan berdampak pada 13 kecamatan yang mencakup 56 desa serta 17 kelurahan. BPBD Kabupaten Wajo bersama petugas gabungan melakukan pendataan dan mengaktifkan posko darurat bencana kekeringan.
Bantuan air bersih yang disalurkan terdiri atas 17 tangki dengan total 81.000 liter dan dua tandon sebanyak 3.000 liter. Penerima bantuan mencapai 724 KK atau 2.292 jiwa.
Kekeringan juga melanda Kabupaten Sinjai pada hari yang sama. Sekitar 314 hektare lahan persawahan di Kecamatan Sinjai Barat terdampak kekurangan suplai air.
BPBD Kabupaten Sinjai berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan. Kebutuhan mendesak di lokasi itu meliputi pompa air, pipa distribusi air, dan bahan bakar.
Selain kekeringan, kebakaran lahan terjadi di sejumlah wilayah. Di Kabupaten Gowa, sekitar 6 hektare lahan terbakar pada Kamis (10/9) pukul 13.00 WITA di Kecamatan Parigi, Pattallassang, dan Bontomarannu.
BPBD Kabupaten Gowa bersama TRC BPBD melakukan pengecekan, pemadaman, dan pendinginan. Hingga Kamis (10/9), api telah berhasil dipadamkan.
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Enrekang pada Rabu (9/9) sekitar pukul 22.10 WITA. Kebakaran menghanguskan sekitar 5 hektare lahan di Desa Bambapuang, Kecamatan Anggeraja, dan api berhasil dipadamkan hingga Kamis (10/9) pukul 04.00 WITA.
Di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, terdapat dua kejadian karhutla. Kejadian pertama pada Selasa (1/9) membakar sekitar 22 hektare lahan, sedangkan kejadian kedua pada Jumat (4/9) membakar sekitar 23,2 hektare lahan.
Kedua kebakaran di Seram Bagian Timur tidak menimbulkan korban jiwa dan api telah berhasil dipadamkan hingga Kamis (10/9). Wilayah tersebut masih berstatus tanggap darurat bencana dengan masa berlaku yang diperpanjang hingga awal Oktober 2026.
BNPB melalui Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi merangkum perkembangan kejadian tersebut berdasarkan pemutakhiran data hingga Jumat (11/9) pukul 07.00 WIB. Kekeringan dan karhutla menjadi sejumlah kejadian yang masih mendapatkan perhatian dalam penanganannya di tingkat daerah maupun pusat.
Data BNPB menunjukkan dua jenis kejadian menonjol dalam pemutakhiran ini, yakni kekeringan yang berdampak pada kebutuhan air dan karhutla yang melanda sejumlah wilayah. Dampak kekeringan tercatat pada 2.292 jiwa di Wajo dan sekitar 314 hektare lahan persawahan di Sinjai, sementara karhutla terjadi di Gowa, Enrekang, dan Seram Bagian Timur dengan luasan yang berbeda.

