Erupsi Anak Krakatau Dimulai 4 September, Frekuensi Letusan Menurun

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
2 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Jakarta, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB setelah berstatus siaga level 3 sejak 2 Juli 2026. BMKG menyebut frekuensi letusan mulai menurun dibandingkan saat erupsi pertama terjadi.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan erupsi Anak Krakatau berjenis strombolian, yang terjadi akibat magma cair dengan tekanan gas sedang. Letusan tipe ini ditandai ledakan kecil yang berulang secara teratur.

“Jadi terjadi letusan-letusan yang kecil yang berulang secara teratur kemudian ini yang memunculkan kembang api lava, bom vulkanik dan lapili ke udara,” kata Teuku dalam konferensi pers daring, Minggu (6/9/2026).

Teuku menjelaskan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan status Gunung Anak Krakatau pada level 3 atau siaga sejak 2 Juli 2026. Erupsi pertama setelah penetapan status tersebut tercatat pada Jumat malam.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan aktivitas erupsi masih terpantau sejak Sabtu (5/9) malam hingga Minggu pagi. Namun, frekuensinya mulai berkurang.

“Frekuensinya kita pantau dari aktivitas di permukaan kita ada monitoring petir juga masih ada aktivitas, namun sudah mulai menurun tidak seperti tanggal 4 (September) pukul 23 malam,” ujar Wijayanto.

Menurut Wijayanto, aktivitas erupsi yang terpantau pada Minggu pagi berlangsung beberapa kali dan masih berlanjut. Ia memperkirakan frekuensi letusan akan terus menurun dibandingkan kondisi saat erupsi pertama pada 4 September pukul 23.07 WIB.

Data sumber menunjukkan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung, tetapi frekuensi letusan telah menurun dibandingkan saat erupsi pertama. Informasi yang tersedia belum memuat rincian lebih lanjut mengenai perkembangan status siaga atau parameter pemantauan selain aktivitas permukaan dan monitoring petir.

Editor: HL-News
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!