Empat Gunung Api Erupsi Bersamaan, Abu Anak Krakatau Terluas

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
3 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Jakarta, Empat gunung api di Indonesia mengalami erupsi dalam waktu yang hampir bersamaan pada Minggu (6/9/2026). Gunung Anak Krakatau, Semeru, Ili Lewotolok, dan Ibu tercatat mengalami peningkatan aktivitas dengan karakter letusan dan sebaran material yang berbeda.

Pakar Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), Dr. Daryono, menegaskan erupsi yang terjadi berdekatan itu bukan disebabkan keterhubungan saluran magma bawah tanah. Menurut dia, masing-masing dapur magma mencapai kondisi kritis secara independen.

β€œMeskipun keempat gunung ini menunjukkan peningkatan aktivitas pada waktu yang relatif berdekatan, secara geologi tidak ada mekanisme β€˜jalur pipa’ atau jaringan saluran magma bawah tanah tunggal yang menghubungkan dapur magma antargunung tersebut,” kata Daryono, Minggu.

Keempat gunung berada dalam wilayah Indonesia yang merupakan zona konvergensi lempeng tektonik utama dunia. Kondisi tersebut membentuk busur vulkanik dengan ratusan gunung api aktif yang dapat memasuki fase erupsi.

Dari empat gunung tersebut, erupsi Anak Krakatau tercatat paling eksplosif. Lontaran materialnya menembus lapisan troposfer tengah hingga atas, sementara abu vulkanik terbawa sirkulasi angin regional monsun hingga mencapai Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu.

Sebaran luas tersebut berkaitan dengan karakter magma Anak Krakatau yang memiliki viskositas tinggi dan tekanan gas melimpah. Kondisi itu memecah material menjadi partikel piroklastik halus berukuran sub-milimeter sehingga mudah terbawa angin lintas provinsi.

Sementara itu, material erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur, Ili Lewotolok di Lembata, Nusa Tenggara Timur, dan Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, cenderung terkonsentrasi di sekitar lereng dan kawah utama.

Kolom abu Semeru teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak, sedangkan Ili Lewotolok mencapai sekitar 600 meter dan Gunung Ibu sekitar 400 meter.

Perbedaan ketinggian kolom erupsi dipengaruhi tekanan gas pada saluran kawah serta gaya apung termal. Ketiga gunung itu memiliki sistem ventilasi yang relatif terbuka sehingga tekanan gas dilepaskan secara bertahap melalui letusan berskala menengah.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih memantau aktivitas seismik di keempat pos pengamatan gunung api tersebut. Masyarakat di kawasan rawan bencana diminta mematuhi rekomendasi radius bahaya sektoral dan menggunakan masker pelindung dari paparan abu vulkanik.

Data sumber menunjukkan erupsi empat gunung terjadi pada waktu yang berdekatan, tetapi tidak menunjukkan adanya hubungan langsung antarsistem magma. Perbedaan karakter letusan dan sebaran material juga terlihat dari jangkauan abu Anak Krakatau yang mencapai beberapa provinsi, sementara material tiga gunung lainnya lebih terkonsentrasi di sekitar kawasan gunung.

Editor: HL-News
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!