HEADLINNEWS.ID – KUPANG, Sebanyak 9.870 gempa bumi susulan tercatat setelah gempa utama M 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026. Data BMKG hingga Minggu (30/8/2026) pukul 12.00 Wita mencatat gempa susulan terbesar bermagnitudo 6,2 dan terkecil M 1,0.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama mengatakan 35 gempa susulan memiliki magnitudo di atas 5, sedangkan 156 kejadian dirasakan.
Aktivitas gempa susulan paling banyak berpusat di wilayah laut utara Pulau Flores. Jumlah tertinggi tercatat pada 20 Agustus 2026, atau hari keenam setelah gempa utama, dengan 862 kejadian dalam sehari.
Arief menyebut grafik peluruhan aktivitas gempa mulai memperlihatkan pola penurunan jumlah kejadian. BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan masih dapat berlangsung sekitar tiga hingga empat minggu setelah gempa utama.

Gempa utama M 7,7 mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 Wita. Hasil analisis BMKG menempatkan episenter gempa di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.
Pada 21 Agustus 2026, BMKG mencatat 4.258 gempa susulan. Saat itu, BMKG juga memperkirakan rangkaian gempa susulan dapat berlangsung hingga tiga sampai empat minggu.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak tetap tenang dan waspada terhadap gempa susulan. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa.
Informasi Bantuan
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Bantuan untuk meringankan beban warga terdampak dapat disalurkan melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT.
Data BMKG menunjukkan aktivitas gempa susulan masih berlangsung setelah gempa utama 15 Agustus 2026 dan telah mencapai 9.870 kejadian hingga 30 Agustus 2026. Meski aktivitas mulai menunjukkan pola penurunan, BMKG masih memperkirakan gempa susulan dapat berlangsung sekitar tiga hingga empat minggu setelah gempa utama.

