Pengukuhan Newsroom Jaga Desa SMSI, Perkuat Peran Pers Mengawal Pembangunan dan Kehidupan Desa

Ruly Riant
By
6 Min Read
Pengukuhan Kelompok Kerja (Pokja) Newsroom Jaga Desa untuk lima provinsi yang digelar oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta.

HEADLINNEWS.IDSerikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar pengukuhan Kelompok Kerja (Pokja) Newsroom Jaga Desa untuk lima provinsi di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi media sekaligus penegasan komitmen SMSI untuk memperkuat perhatian pers terhadap desa dan pembangunan di tingkat daerah.

Lima provinsi yang menjadi pilot project dalam pengukuhan tersebut adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.

Kegiatan berlangsung dalam suasana yang cukup kuat secara nasional. Pengukuhan digelar di tengah dinamika politik dan meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai isu kebangsaan serta rencana aksi demonstrasi.

Namun, situasi tersebut justru memberikan konteks tersendiri bagi agenda SMSI. Selain memperkuat jaringan Newsroom Jaga Desa, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menegaskan pentingnya pers tetap menjalankan fungsi profesionalnya dengan menyajikan informasi yang jernih, berimbang, dan berbasis fakta.

Desa Menjadi Fokus Utama

Pengukuhan Kelompok Kerja (Pokja) Newsroom Jaga Desa untuk lima provinsi yang digelar oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta.

Melalui Newsroom Jaga Desa, SMSI ingin memperkuat keterlibatan media dalam mengawal kehidupan dan pembangunan desa.

Ketua Umum SMSI Pusat, Drs. Firdaus, M.Si., menegaskan bahwa desa memiliki posisi penting dalam kehidupan berbangsa. Desa harus menjadi garda depan dan etalase negara, bukan entitas yang ditempatkan sebagai prioritas kedua.

Karena itu, jaringan media yang tergabung dalam Newsroom Jaga Desa diharapkan dapat memberikan perhatian yang lebih konsisten terhadap berbagai persoalan desa, termasuk pembangunan, transparansi, serta dinamika masyarakat di tingkat lokal.

Pengukuhan lima provinsi tersebut menjadi tahap awal. SMSI menyatakan konsolidasi akan dilanjutkan ke provinsi-provinsi lainnya secara bertahap.

Sebelumnya, pembentukan Pokja serupa telah dilakukan di sejumlah daerah, di antaranya Bali, Lampung, Banten, dan Kepulauan Riau.

Dihadiri Hasyim Djojohadikusumo

Bobot kegiatan semakin kuat dengan kehadiran Hasyim S. Djojohadikusumo sebagai keynote speaker dalam dialog nasional yang menjadi bagian dari rangkaian acara.

Hasyim memberikan apresiasi terhadap kegiatan SMSI sekaligus menyampaikan pandangannya mengenai peran pers di tengah derasnya arus informasi.

Ia mengingatkan media agar tidak menyajikan informasi secara menyesatkan dan meminta agar pemberitaan disampaikan secara utuh dengan dukungan data dan fakta.

Menurut Hasyim, informasi yang dilepaskan dari konteks dapat menimbulkan distorsi terhadap pemahaman publik, termasuk mengenai kebijakan pemerintah.

Dalam forum tersebut, ia juga mengungkapkan rencana dialog dengan BEM UI, UGM, dan ITB. Masukan dari lingkungan kampus tersebut, menurutnya, akan menjadi bahan yang dapat disampaikan kepada Presiden sebagai masukan dan rekomendasi untuk pembenahan.

Kehadiran Hasyim sekaligus membuat agenda pengukuhan memiliki dimensi yang lebih luas, tidak hanya berkaitan dengan organisasi media, tetapi juga menyentuh persoalan kualitas informasi publik dan dinamika kehidupan demokrasi.

Menunjukkan Jakarta Tetap Kondusif

Momentum acara juga dimanfaatkan SMSI untuk menunjukkan bahwa Jakarta tetap kondusif di tengah beragam informasi mengenai situasi ibu kota.

Hasyim menyebut kehadirannya dalam kegiatan tersebut sebagai salah satu bentuk konfirmasi langsung mengenai kondisi Jakarta.

“Ini bukan hanya konfirmasi, tetapi testimoni nyata di sini Jakarta aman dan kondusif,” ujarnya.

Bagi SMSI, pesan tersebut menjadi bagian dari konteks kegiatan yang digelar ketika situasi nasional sedang mendapat perhatian luas.

Organisasi pers tersebut menegaskan komitmennya untuk tetap berada dalam koridor pers profesional tanpa mencampuri hak warga negara dalam menyampaikan aspirasi.

Jayanto: Konsolidasi Akan Berlanjut

Wakil Direktur Pemberdayaan Daerah SMSI Pusat, Drs. Jayanto Arus Adi, M.M., yang juga Ahli Pers Dewan Pers, mengatakan pengukuhan lima provinsi tersebut bukanlah akhir dari program.

Menurutnya, daerah-daerah lainnya akan segera mengikuti langkah serupa melalui konsolidasi yang dilakukan secara bertahap.

Jayanto menilai pelaksanaan kegiatan di tengah dinamika nasional justru menjadi momentum penting untuk belajar memahami persoalan kebangsaan secara lebih utuh.

SMSI, kata dia, ingin memastikan media tetap dapat mengambil peran konstruktif melalui pemberitaan yang profesional dan bertanggung jawab.

Aspirasi untuk Penguatan Dewan Pers

Tidak hanya pengukuhan, agenda tersebut juga diisi dengan penyampaian aspirasi terkait kondisi Gedung Dewan Pers.

Firdaus menilai gedung yang menjadi pusat berbagai aktivitas Dewan Pers tersebut sudah tidak lagi cukup representatif untuk mengakomodasi seluruh kebutuhan konstituen.

Hasyim merespons positif aspirasi tersebut dan menyatakan akan menindaklanjutinya dengan Kementerian Komunikasi dan Digital.

Respons tersebut mendapat apresiasi dari peserta yang hadir.

Ditutup Dialog Nasional

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog nasional yang menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar.

Prof. Dr. Achmad Riyad U.B., Ph.D., Dewan Penasihat SMSI Jawa Timur, hadir bersama pakar ekonomi dan perbankan. Diskusi dipandu Prof. Dr. Albertus Wahyu Rudhanto, guru besar dari PTIK.

Dialog tersebut menjadi ruang pertukaran pandangan mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan ekonomi, pembangunan, pers, dan kehidupan kebangsaan.

Dengan rangkaian pengukuhan, penyampaian aspirasi, serta dialog nasional, kegiatan SMSI di Hall Dewan Pers menjadi sebuah agenda yang memadukan konsolidasi organisasi dengan diskusi mengenai peran media di tengah dinamika Indonesia.

Melalui Newsroom Jaga Desa, SMSI menempatkan desa sebagai salah satu fokus penting kerja media, sementara forum dialog yang menghadirkan tokoh nasional, akademisi, dan praktisi menjadi ruang untuk memperluas perspektif mengenai tanggung jawab pers dalam menjaga kualitas informasi dan kehidupan demokrasi.

Editor: Ruly Riant
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!