Model Sawah Ramah Lingkungan, Inovasi Undip di Kawasan Hutan Penggaron

Dicky Aditya
2 Min Read
Pertanian ramah lingkungan dengan jenis tanaman padi dikembangkan Undip untuk mendukung ketahanan pangan, sekaligus juga menjadi laboratorium pertanian yang berada di Kawasan Hutan Penggaron

HEADLINNEWS.IDSEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) mengembangkan inovasi sawah modern yang mengusung model ramah lingkungan. Berada di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Undip, Penggaron, Semarang, yang dikembangkan di atas lahan persawahan kosong yang telah ditinggalkan selama sekitar lima hingga enam tahun.

Luasnya kini telah mencapai kurang lebih dua hektare. Tanaman padi menjadi yang dikembangkan untuk meningkatkan potensi pertanian serta mendukung ketahanan pangan.

Kepala Kantor Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK), Prof. Dr. Ir. Sri Puryono, KS, MP, menjelaskan bahwa inovasi sekaligus pengembangan akan dijadikan laboratorium lapangan untuk menguji penerapan teknologi pertanian berkelanjutan. Namun, juga mengedepankan teknologi tepat guna, ramah lingkungan, serta mengurangi ketergantungan terhadap energi minyak.

“Pengembangan teknologi tidak hanya menciptakan pengembangan pertanian yang ramah lingkungan, tetapi juga menjadi pengujian teknologi pertanian yang tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM),” jelas dia, melalui informasi resmi pihak kampus, Rabu (26/8).

Pada model yang dikembangkan ini, sistem pengairan memanfaatkan enam panel surya dengan kapasitas sekitar 60 meter kubik per jam yang dioperasikan mulai pukul 09.00 hingga 16.00 wib. Sementara untuk sumber air, berasal dari sungai, namun telah melewati pengujian tidak terkontaminasi logam berat.

Jenis padi yang ditanam adalah Inpari (Inbrida Padi Irigasi) dan Inpago atau varietas unggul padi gogo yang merupakan tanaman padi yang cocok dan dapat untuk dikembangkan di lahan kering.

Disisi lain, Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, Aset, Bisnis dan Kerumahtanggaan Undip, Dr. Warsito Kawedar, menegaskan bahwa pengembangan sawah modern dengan model ramah lingkungan oleh Undip di Kawasan Penggaron tidak hanya sekadar untuk menghasilkan produk pertanian. Kawasan tersebut diharapkan berkembang menjadi pusat pembelajaran dan penelitian yang menjadi laboratorium teknologi pertanian.

“Keberadaan lahan pertanian produktif di kawasan KHDTK Penggaron juga dapat dikembangkan secara terpadu yang dipadukan potensi wisata alam. Oleh karena itu, arah pengembangan konsepnya bisa menjadi edu-ekowisata hutan,” ucap dia.

Pihak kampus berharap pengembangan kawasan produktif di KHDTK Penggaron tidak hanya berorientasi pada aspek akademik dan lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Editor: Dicky Aditya
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!