Gelar Aksi Demontrasi di Depan Gubernuran, BEM Undip Kritik Kondisi yang Dihadapi Bangsa Indonesia

Dicky Aditya
2 Min Read
Aksi demontrasi BEM Undip di depan Kantor Gubernur Jateng kritik pemerintah tentang kondisi yang dihadapi masyarakat bertepatan HUT RI ke-81

HEADLINNEWS.IDSEMARANG – Aksi demonstrasi damai digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro (Undip) di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, pada Senin (24/8) sore. Massa menyampaikan tentang sejumlah isu yang sedang terjadi di Tanah Air yang juga bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Mahasiswa yang mengadakan aksi membawa spanduk bertuliskan tentang curahan hati yang dinilai mewakili masyarakat. Tak hanya spanduk, mereka juga menyuarakan pendapatnya yang mengkritik kondisi yang saat ini dihadapi bangsa Indonesia.

Koordinator Lapangan Aksi yang juga Kepala Bidang Sosial dan Politik BEM Undip Fadhil Zikra mengatakan aspirasi yang disampaikan merupakan kekecewaan yang dialami masyarakat.

“Berbagai program yang dimiliki pemerintah tidak berpihak pada rakyat. Seharusnya, program strategis pemerintah dikelola transparan, dan melibatkan publik untuk ikut menjalankan serta melakukan pengawasan,” katanya.

Menurutnya, program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak memiliki perencanaan yang baik.

“Pemerintah seharusnya mengedepankan untuk melayani kepentingan masyarakat,” ucap dia.

Kondisi yang terjadi saat ini juga menjadi perhatian bagi para mahasiswa. Aksi yang dilakukan BEM Undip juga menilai tentang kebakaran hutan yang terjadi di Kalimantan serta sejumlah daerah.

Kemudian, tuntutan lainnya juga turut disuarakan di dalam aksi yang berlangsung damai hingga akhir tersebut. Diantaranya, tentang tata kelola pemerintahan, perlindungan sipil dan penolakan keterlibatan aparat di ruang publik, sistem pemerintahan harus mengedepankan transparansi dan akuntabilitas serta pentingnya pengawasan publik, kebijakan pangan yang lebih menjamin keterjangkauan masyarakat, perlindungan masyarakat pesisir dan tata kelola pembangunan yang berkeadilan.

Koordinator aksi menilai semua tuntutan berasal dari berbagai macam persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kondisi saat ini bukan yang diharapkan bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Di bulan Agustus seharusnya seluruh elemen masyarakat merasakan kebahagiaan atas kemerdekaan, tetapi kenyataannya tidak dan kehidupan warga jauh dari cukup di semua aspek. Oleh karena itu, kami menuntut pemerintah untuk memperbaiki pemerintahan agar lebih baik dan adil,” ucap dia.

Aksi berjalan damai dan tertib, massa kemudian membubarkan diri sendiri setelah diterima DPRD Jawa Tengah untuk menjelaskan mengenai tuntutan mahasiswa.

Editor: Dicky Aditya
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!