HEADLINNEWS.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang Muhammad Alden Nas terus mendorong upaya pencegahan pencemaran laut melalui edukasi pengelolaan sampah rumah tangga tingkat desa di Desa Kebumen, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Sabtu (22/8/2026).
Salah satunya diwujudkan melalui program “Dari Selokan ke Lautan: Yuk Pilih Sampah Rumah Tangga Demi Jaga Laut Kita” sebagai bagian dari program kerja Multidisiplin 1 bertema Penerapan Teknologi Rocket Stove untuk Pengelolaan Limbah Rumah Tangga.
“Kegiatan menyasar ibu rumah tangga dan remaja Desa Kebumen. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai keterkaitan antara kebiasaan membuang sampah di lingkungan rumah dengan kondisi ekosistem laut,” jelasnya.
Berdasarkan hasil observasi, masih banyak warga Desa Kebumen yang membuang sampah domestik maupun sampah pekarangan langsung ke aliran parit dan sungai desa, yang pada akhirnya bermuara ke laut dan berpotensi mencemari ekosistem perairan pesisir.
“Selain aspek pencemaran, mahasiswa KKN-R UNDIP turut mendorong warga untuk mengalihfungsikan sampah kering rumah tangga sebagai bahan bakar kompor Rocket Stove yang dikembangkan bersama oleh tim multidisiplin, sehingga sampah yang semula berpotensi mencemari lingkungan dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih berguna,” terangnya.
Muhammad Alden menyebutkan, banyak warga belum menyadari bahwa sampah yang dibuang ke selokan rumah tidak berhenti di situ saja, tetapi terus mengalir hingga ke laut dan mengganggu ekosistem di sana. Melalui poster edukasi ini, kami mencoba menyederhanakan alur tersebut agar mudah dipahami, terutama oleh ibu rumah tangga dan remaja desa.
“Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai peta alur sampah, mulai dari selokan rumah tangga, parit desa, sungai, hingga akhirnya bermuara di laut, serta dampaknya terhadap biota dan ekosistem pesisir atau yang dikenal dengan istilah marine debris. Sosialisasi ini turut melibatkan koordinasi bersama perangkat desa serta warga dan nelayan lokal selaku narasumber pendukung,” imbuhnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Ibu rumah tangga dan remaja Desa Kebumen tidak hanya menyimak pemaparan, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai kebiasaan pembuangan sampah di lingkungan masing-masing dan alternatif pengelolaannya.
“Selain edukasi, mahasiswa KKN-R UNDIP juga menyerahkan media informasi publik berupa poster “Dari Selokan ke Lautan” kepada warga. Media tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang mudah dipahami dan dapat digunakan kembali oleh masyarakat dalam menyampaikan informasi mengenai bahaya pencemaran laut kepada warga lain,” ujar dia.
Program KKN-R UNDIP di Desa Kebumen ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan semata. Peningkatan kesadaran warga terhadap keterkaitan antara pengelolaan sampah daratan dan kelestarian ekosistem laut, serta pemanfaatan sampah kering sebagai bahan bakar alternatif, diharapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan yang diterapkan warga Desa Kebumen dalam kehidupan sehari-hari. (MC Batang, Jateng/Muhammad Alden/Jumadi)

