HEADLINNEWS.ID – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Program Studi Teknik Geologi Romeo Arman Andriyanto menyelenggarakan program kerja multidisiplin berupa pengenalan ilmu kebumian dasar dan mitigasi bencana, di SDN Desa Kebumen, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Sabtu (22/8/2026). Program yang ini menyasar siswa kelas 4 hingga 6 SD dan turut menghadirkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang sebagai narasumber.
Romeo Arman mengatakan, kegiatan ini diinisiasi karena masih minimnya pemahaman anak-anak mengenai ilmu bumi dasar serta kesiapsiagaan menghadapi bencana alam di lingkungan tempat tinggal mereka, mengingat wilayah pesisir Kabupaten Batang termasuk daerah yang memiliki potensi kebencanaan.
“Dengan menyasar siswa sekolah dasar, program ini bertujuan menumbuhkan pemahaman dasar kebumian sekaligus kesadaran mitigasi bencana sejak usia dini, sejalan dengan capaian Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4 mengenai pendidikan berkualitas dan tujuan ke-13 mengenai penanganan perubahan iklim,” jelasnya.
Romeo juga menjelaskan, bahwa keterlibatan BPBD dihadirkan agar pemahaman mitigasi bencana yang diterima anak-anak lebih aplikatif dan bersumber langsung dari pihak yang berwenang.
“Kami sengaja mengundang BPBD Kabupaten Batang supaya anak-anak mendapat pemahaman mitigasi bencana langsung dari ahlinya, tidak hanya dari kami. Materi dasar kebumian yang kami sampaikan jadi lebih lengkap karena dilanjutkan dengan penjelasan praktis soal langkah-langkah menghadapi bencana dari BPBD,” terangnya.
Pelaksanaan program diawali dengan pemaparan materi presentasi interaktif bertajuk “Yuk Kenalan dengan Bumi” yang memuat pengenalan struktur lapisan Bumi menggunakan analogi telur, serta fenomena gempa bumi dan gunung meletus.
Perwakilan BPBD Batang mengenai langkah-langkah kesiapsiagaan dan mitigasi bencana alam di lingkungan pesisir. Seluruh materi kemudian dirangkum menjadi sebuah modul pembelajaran kebumian dan tanggap bencana yang diserahkan kepada pihak sekolah sebagai bahan ajar tambahan.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Desa Kebumen Hari, menyambut baik program edukasi tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran adik-adik mahasiswa KKN, apalagi sampai mengundang BPBD langsung ke sini. Program ini membuka wawasan baru bagi anak-anak kami soal bumi dan bencana. Semoga modul yang ditinggalkan bisa terus dipakai oleh sekolah,” ujar dia.
Tim KKN berharap kolaborasi dengan BPBD Kabupaten Batang ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan warga, khususnya generasi muda, dalam menghadapi potensi bencana di wilayah tempat tinggal mereka. (MC Batang, Jateng/Romeo/Jumadi)

