Gempa M 7,7 Flores, 37 Susulan dan Tsunami 0,94 Meter Terdeteksi

Michael Ivan
By
Michael Ivan
Jurnalis
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
- Jurnalis
2 Min Read

HEADLINNEWS.ID – Nusa Tenggara Timur, Gempa M 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan satu orang meninggal dan empat lainnya luka-luka. Hingga pukul 07.07 WIB setelah gempa utama, BMKG mencatat 37 gempa susulan dengan magnitudo M 3,6 hingga M 6,2.

Gempa tersebut juga memicu gelombang tsunami yang terdeteksi di 10 titik pesisir. Peringatan Dini Tsunami diakhiri pada pukul 07.30 WIB setelah gelombang tertinggi tercatat di Maurole, Ende, dengan ketinggian 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB.

Gelombang tsunami juga terpantau di Bulukumba dengan ketinggian 0,54 meter dan Pelabuhan Kewapante-Sikka sebesar 0,38 meter.

Guncangan gempa dirasakan hingga skala VI MMI di Wolowae, Nagekeo, dan Bajawa. Sementara Kota Ende, Borong, dan Ruteng mengalami guncangan skala V MMI yang sempat memicu kepanikan.

BMKG menyebut kawasan busur belakang Flores memiliki potensi gempa maksimum M 7,8 hingga M 7,9. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan kawasan tersebut merupakan zona aktif berisiko tinggi.

Menurut Wijayanto, gempa dengan karakter serupa pernah terjadi pada 1992 dengan kekuatan M 7,5 dan menimbulkan kerusakan hebat serta tsunami. Gempa terbaru kembali melepaskan energi besar di kawasan busur belakang Flores.

Dampak kerusakan dilaporkan pada sejumlah bangunan. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu menyebut tembok rumah warga roboh di Maumere, Manggarai Barat, hingga Labuan Bajo.

Kerusakan fisik juga terjadi pada Pelabuhan Maumere dan Hotel Jayakarta Bajo.

BMKG dan BNPB mengimbau masyarakat tetap mewaspadai kemungkinan gempa susulan. Warga diminta menjauhi bangunan yang retak atau rusak serta tidak mudah terpengaruh isu dan kabar hoaks.

Data terakhir dalam sumber menunjukkan rangkaian gempa Flores tidak berhenti pada gempa utama M 7,7. Hingga pukul 07.07 WIB tercatat 37 gempa susulan, sementara pemantauan tsunami menunjukkan gelombang sempat mencapai 0,94 meter di Maurole, Ende. Data sumber juga mencatat satu korban meninggal, empat luka-luka, serta kerusakan pada sejumlah bangunan dan fasilitas publik.

Editor: HL-News
Share This Article
Jurnalis
Follow:
Lebih suka bekerja di balik layar, tapi pastikan selalu update dengan apa yang terjadi di luar sana.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!