HEADLINNEWS.ID – Riuh tepuk tangan dan kecipak air memecah keheningan Kolam Renang THR Kramat, suasana di sekitar lintasan terasa jauh lebih hangat dari biasanya. Ratusan anak sekolah dasar bergaris start siap meluncur, tak hanya demi memburu podium, tetapi juga menandai langkah awal mereka di dunia olahraga renang.
Gelaran Piala Ketua DPRD Batang 2026 yang berlangsung hingga Sabtu 15 Agustus 2026 ini menyedot perhatian luar biasa. Tak kurang dari 470 perenang pemula dari berbagai sudut Jawa Tengah ambil bagian. Dengan total 2.680 nomor perlombaan yang dipertandingkan, ajang ini menjelma menjadi panggung besar bagi pembuktian bakat-bakat cilik.
Wakil Ketua DPRD Batang Danang Aji Saputra melihat potensi besar yang terpancar dari keteguhan para peserta muda ini. Bagi Danang, ajang semacam ini adalah kawah candradimuka yang sangat krusial. Harapannya bisa dari usia dini terpantau para calon-calon atlet renang di Kabupaten Batang.
“Namun, daya tarik ajang perdana ini tak berhenti di tepi kolam. Arena perlombaan mendadak menjelma jadi pusat keramaian baru. Kehadiran ratusan atlet cilik yang dibersamai keluarga dan pendamping mereka sukses membangkitkan denyut ekonomi warga sekitar. Dari juru parkir hingga pedagang kaki lima, semuanya kecipratan berkah,” katanya saat ditemui di Kolam Renang THR Kramat Batang, Kabupaten Batang, Jumat (14/8/2026).
Danang juga mendorong agar kompetisi serupa tak sekadar menjadi agenda angin lalu. Ia meyakini kalender kejuaraan yang konsisten akan mematangkan pembinaan atlet. Lebih jauh lagi, ia melontarkan gagasan hangat untuk memadukan agenda olahraga dengan potensi wisata daerah.
“Harus sinkron. Tempat kejuaraan olahraga itu di tempat-tempat wisata, selain untuk prestasi juga untuk tambahan wisata. Artinya ada sinkronisasi tempat untuk menunjang promosi wisata di daerah Kabupaten Batang,” tegasnya.
Gagasan sport tourism itu sejatinya sudah mulai berdenyut di lapangan. Ketua Panitia, Husein Apriyanto, mencatat ada sekitar 10 UMKM baik lokal maupun tambahan yang sibuk melayani pembeli. Makanan dan kudapan khas daerah laku keras diserbu para pengunjung.
“Pengunjung yang masuk, jajan di dalam, itu kan banyak UMKM juga di dalam. Ya otomatis dampaknya positif untuk masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Meskipun baru sekelas kejuaraan pemula, Husein menekankan bahwa persaingan lintas daerah ini sengaja dirancang untuk memacu mentalitas dan jam terbang perenang muda Batang. Pihaknya pun bertekad menjadikan ajang ini sebagai agenda tahunan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua KONI Batang Teguh Supriyanto menatap ajang yang lebih tinggi seperti Porprov di mana Batang sudah meloloskan tiga atletnya. Teguh menilai wadah seperti inilah yang dibutuhkan untuk menjaga mata rantai bakat agar tak terputus.
“Diharapkan muncul atlet-atlet pemula sehingga nanti akuatik bisa lebih maju, lebih berprestasi lagi,” ujar dia.
Pada akhirnya, Piala Ketua DPRD Batang 2026 berhasil membuktikan satu hal: olahraga bisa berjalan berdampingan dengan pemberdayaan masyarakat. Di balik riak air Kolam THR Kramat, ada mimpi besar para atlet muda yang mulai bersemi, sekaligus roda ekonomi warga yang berputar makin kencang. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

